Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Tiga Pasien Covid-19 di Jembrana Bali Meninggal Dunia

seorang pasien asal Pengeragoan, berumur 80 tahun, meninggal karena Covid-19 berat dan pneumonia berat.

Tayang:
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
RSU Negara Jembrana - Lantai 3 RSU Negara Jembrana Kembali Digunakan Tangani Covid-19 - Tiga Pasien Covid-19 di Jembrana Bali Meninggal Dunia 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dalam dua hari tiga pasien Covid-19 meninggal dunia di Jembrana, Bali.

Terakhir pada Kamis 8 Juli 2021 pagi, seorang pasien asal Pengeragoan, berumur 80 tahun, meninggal karena Covid-19 berat dan pneumonia berat.

Jenazah sudah disemayamkan dengan protokol penanganan jenazah.

Plt Direktur RSU Negara, dr. Ni Putu Eka Indrawati mengatakan, ada sekitar tiga pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Baca juga: Tidak Bisa Menunjukan Surat Vaksin & Bebas Covid-19, 88 Kendaraan di Bangli Diminta Putar Balik

Ketiganya diketahui meninggal hari Rabu 7 Juli 2021 dan Kamis 8 Juli 2021.

Dua pasien meninggal hari Rabu 7 Juli 2021, sedangkan satu pasien meninggal hari Kamis 8 Juli 2021.

“Ya ada tiga sejak kemarin,” ucapnya.

Untuk dua pasien sebelumnya yang diketahui meninggal ialah pria paruh baya, Nyoman K (67) asal Nusasari Kelod, Kecamatan Melaya, meninggal dunia karena Covid-19 berat, pneumonia dan anemia sedang.

Pasien datang ke IGD pada tanggal 1 Juli 2021 sore lalu, dan dari rapid test antigen positif.

Setelah di swab juga positif.

Kemudian pada Rabu 7 Juli 2021 kemarin pasien meninggal.

Kemudian pasien lainnya, SHR (49), asal Yeh Sumbul, meninggal Rabu 7 Juli 2021 petang, karena Covid-19 berat, pneumonia dan keluhan lainnya.

Pasien dirujuk Puskesmas II Mendoyo pada 30 Juni 2021 sore lalu.

Pasien saat itu mengalami demam sejak tiga hari, lemas, mual-mual dan sempat kontak dengan istrinya yang positif. Setelah swab pasien positif.

“Rencana keluarga akan dikremasi di krematorium Bebalang Bangli pada 11 Juli 2021 untuk pasien Nyoman K. Sedangkan SHR sudah disemayamkan sesuai dengan protokol penanganan jenazah," paparnya.

WNA Positif Covid-19 Ngaku Tak Punya Uang, Kasatpol PP Badung: Yang Bersangkutan Minta Dideportasi

Warga Negara Asing (WNA) berinisial AN, yang diketahui positif covid-19 di wilayah Canggu Badung akhirnya dikarantina.

WNA asal Rusia itu tidak mau karantina karena tidak punya uang, bahkan saat diamankan, dia malah ingin dirinya dideportasi.

Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara yang ditemui usai menjemput WNA tersebut di vila tempat ia menginap mengaku bahwa WNA  bersangkutan kini sudah dibawa ke Hotel Ibis, Jalan Raya Tuban, untuk menjalani karantina.

Pihaknya mengakui sebelum berhasil membujuk agar bule tersebut mau dikarantina, proses negosiasi berlangsung sangat alot.

Untuk meminta yang bersangkutan menjalani karantina itu tidak mudah. Diakui negosiasi dilakukan dari  jam 4 sore hingga jam setengah 8 malam.

"Hingga malam dia baru mau naik ke mobil. Terus terang saja dia awalnya tidak yakin kalau kita petugas, bahkan dikira kita main-main," katanya.

Baca juga: Cegah Terjadinya Penimbunan Kebutuhan Medis Covid-19, Polres Bangli Lakukan Pengawasan di Apotek

Namun setelah dilihatkan surat tugas dan yang lainnya baru WNA tersebut percaya. Hanya saja saat berbenah-benahnya lama sehingga memakan waktu. Bahkan disebutkan WNA tersebut sempat menantang agar dirinya dideportasi.

"Dia kan memang mau pulang ke Negaranya. Makanya dia minta agar dirinya dideportasi," bebernya.

Dari hasil komunikasinya, bule bersangkutan mengaku tidak punya uang sehingga tidak mungkin melakukan karantina dengan uang sendiri. Karena kehabisan bekal itu pula bule tersebut berencana terbang pulang ke negaranya.

"Dia juga sempat menanyakan, kenapa setelah 5 hari setelah dites, baru dijemput. Selain itu, dia juga sempat tidak percaya kalau kami adalah petugas," ungkapnya kembali sembari mengatakan untuk pembiayaan karantina terpaksa dilakukan oleh satgas provinsi atau pemerintah provinsi Bali yang menanggungnya.

Informasi soal WNA tersebut, kata Suryanegara, awalnya diperoleh dari pihak Imigrasi. Kemudian hal itu langsung disikapi bersama-sama Perbekel Canggu, kepolisian, Dinas Kesehatan, serta Imigrasi.

"Untuk karantinanya berbayar atau tidak, kami sudah hubungi perwakilan konsulat Rusia kemungkinan besok  yang akan menindaklanjuti,"jelasnya

"Ini juga pas sekali saya melaksanakan sidak di Canggu sehingga langsung saya tindaklanjuti," imbuhnya

Sementara itu, Perbekel Desa Canggu Nengah Lana, yang juga hadir pada penjemputan WNA itu mengatakan bahwa WNA bersangkutan sudah dinaikkan ke ambulan KBS Desa Canggu.

Namun dirinya mengaku tidak tahu secara pasti, dimana bule tersebut akan diisolasi.

Baca juga: Cegah Terjadinya Penimbunan Kebutuhan Medis Covid-19, Polres Bangli Lakukan Pengawasan di Apotek

Lana menambahkan, bule tersebut menginap di Vila Serenity Twin di daerah Batu Mejan, Desa Canggu. Ternyata selain bule tersebut masih ada beberapa tamu yang menginap. Namun pihaknya tidak dapat memastikan berapa jumlah tamu pada vila tersebut.

"Semua tamu di vila itu rencananya akan di-swab. Kemudian untuk pengelola sudah kami sarankan untuk menjalani swab," ujarnya.

Kendati ada bule yang positif, pihaknya belum berani memastikan akan menutup vila tersebut.

Namun dalam waktu dekat akan melakukan sterilisasi menggunakan cairan desinfektan dari Eco Enzym.

"Untungnya kami memiliki stok eco enzym di kantor desa, besok kami rencananya semprotkan. Tapi kalau mau ditutup kami akan koordinasi dulu dengan pemilik vila karena dia posisinya saat ini sedang di Bandung, kebetulan juga bukan orang Bali," pungkasnya. (*)

Kumpulan Artikel Corona di Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved