Breaking News:

Berita Bangli

Cegah Terjadinya Penimbunan Kebutuhan Medis Covid-19, Polres Bangli Lakukan Pengawasan di Apotek

Pengawasan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak adanya penimbunan yang menyebabkan kelangkaan.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/Polres Bangli
Anggota Polres Bangli saat melakukan pengawasan di sejumlah apotek di Kota Bangli, Kamis (8/7/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Bersamaan dengan penerapan PPKM Darurat, Polres Bangli melakukan pengawasan terhadap stok obat-obatan di apotek.

Pengawasan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak adanya penimbunan yang menyebabkan kelangkaan.

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Kamis (8/7/2021) mengungkapkan, pelaksanaan pengawasan ini, telah dimulai bersamaan dengan penerapan PPKM Darurat.

Pihaknya membenarkan, tujuan dilakukan pengawasan adalah untuk memantau stok, apakah mencukupi atau ada kelangkaan terhadap obat-obatan maupun kelengkapan-kelengkapan yang berhubungan dengan covid.

Baca juga: PPKM Darurat, Objek Wisata di Bangli Tutup, Warga Hendak berwisata ke Kintamani Diminta Putar Balik

“Jadi tujuannya untuk memastikan bahwa kelengkapannya ada, dan stok barang ada. Kalau misalnya ada kelangkaan, itu kita telusuri.

Kelangkaannya itu apakah betul-betul karena konsumsi oleh pasien, baik mandiri ataupun rawat inap, atau ada hal-hal yang melanggar ketentuan.

Misalnya pembelian oleh satu orang yang bertujuan untuk penimbunan,” jelasnya.

Selama empat hari pengawasan, lanjut Kapolres, ketersediaan obat, APD, multivitamin, hingga oksigen masih tersedia.

Demikian pula untuk kebutuhan lainnya seperti susu hingga minuman suplemen kesehatan, juga masih tersedia. Walaupun memang diakui ada peningkatan permintaan.

“Tapi itu masih wajar, karena memang sekarang sedang ada peningkatan kasus covid-19, serta ada peningkatan warga yang menjalani isolasi mandiri.

 Tentunya, warga yang isolasi mandiri condong untuk memenuhi kebutuhan obat secara mandiri juga.

Disamping itu, dengan meningkatnya kasus, bagi warga lain juga cenderung memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan imunitas tubuhnya.

Sehingga wajar jika ada permintaan. Namun indikasi penimbunan belum ada,” ucapnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved