Corona di Bali

UPDATE: Undangan Private Party di Orbit Bali Eat & Dance Badung Disebar di Media Sosial

Private Party yang dilaksanakan pihak Orbit Bali Eat & Dance seakan dilakukan dengan sengaja.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi SIK didampingi Kasatpol PP IGAK Suryanegara saat merilis penutupan Orbit Bali Eat & Dance di Jalan Raya Petitenget, No 7 A, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung pada Minggu 11 Juli 2021 - UPDATE: Undangan Private Party di Orbit Bali Eat & Dance Badung Disebar di Media Sosial 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Private Party yang dilaksanakan pihak Orbit Bali Eat & Dance seakan dilakukan dengan sengaja.

Pasalnya undangan party tersebut tersebar di media sosial.

Bahkan pengunjung yang datang juga menggunakan tiket yang bertuliskan "Grill & Chill".

Kasatpol PP Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara saat ditemui Minggu 11 Juli 2021 mengatakan, undangan party tersebut ramai di media sosial.

Baca juga: BREAKING NEWS: Laksanakan Party di Tengah PPKM, Orbit Bali Eat & Dance Ditutup Tim Gabungan

Dijelaskan pada hari Sabtu 10 Juli 2021 kemarin, sekira jam 17.00 Wita, pihaknya bersama tim gabungan terutama dari Polsek Kuta Utara mendapat laporan adanya party tersebut.

Tim gabungan pun langsung mendatangi Orbit Bali Eat & Dance yang bertempat di Jalan Raya Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali, untuk menindaklanjutinya.

Bahkan private party itu ramai di media sosial dengan unggahan pada akun medsos instagram yang berjudul Turnt Up Saturday 10 Juli 2021 Protocol Applied, Keep It Secret, pukul 16.00 Wita, alamat di Jalan Raya Petitenget, Lingkungan Umalas Kangin, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung.

"Kami langsung menindaklanjuti setelah viral di media sosial. Namun untuk memastikan terlebih dulu, Ibu Kapolres yang datang kesini (Orbit -red), setelah itu baru kami," katanya.

Saat dilakukan pemeriksaan ternyata benar ada party di dalam Orbit Bali Eat & Dance tersebut.

Lantaran situasi PPKM Darurat, pihaknya pun akan memberikan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp 1 juta.

"Bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang tidak menyediakan sarana pencegahan Covid-19 termasuk melanggar, dikenakan sanksi membayar denda administratif sebesar Rp 1 juta," katanya.

Pemberlakuan denda bagi para pelanggar mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 52 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Untuk sanksi administratif bagi perorangan dalam Pasal 11 Ayat (1) salah satunya disebutkan membayar denda administratif sebesar Rp 100 ribu bagi yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah termasuk juga bagi pelaku usaha.

Baca juga: PPKM Darurat di Denpasar: Mulai Senin Esok, Penyekatan Diperluas hingga Pintu Masuk Desa/Kelurahan

"Sementara Orbit ini kita tutup sampai diberlakukannya PPKM Darurat atau sampai 20 Juli 2021," bebernya.

Selain dikenakan denda, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan kepada pihak atau manajemen Orbit, mengingat untuk dilakukan pemeriksaan terkait administrasi yang lain, terutama izin.

"Kita memiliki kewenangan untuk pemeriksaan izinnya. Jadi manajemen Orbit akan kita panggil Senin besok," jelasnya.

“Penutupan juga sudah kita lakukan di Orbit Bali Eat & Dance dengan memasangi police line di depan pintu masuk,”lanjutnya. (*).

Kumpulan Artikel Corona di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved