Breaking News:

Berita Buleleng

Desa Adat Buleleng Gelar Upacara Ngrastiti Bhakti, Memohon Covid-19 Cepat Menghilang

elain menerapkan PPKM Darurat untuk menekan lonjakan kasus, Desa Adat Buleleng bersama sejumlah pejabat pada Rabu 14 Juli 2021 menempuh jalur niskala

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Karsiani Putri
Ratu Ayu Astri Desiani
Pengurus Desa Adat Buleleng bersama Forkopimda Buleleng saat menggelar upacara Ngrastiti Bhakti di Pura Segara Desa Adat Buleleng, Rabu 14 Juli 2021 pagi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bali khususnya Buleleng terus meningkat.

Selain menerapkan PPKM Darurat untuk menekan lonjakan kasus, Desa Adat Buleleng bersama sejumlah pejabat pada Rabu 14 Juli 2021 menempuh jalur niskala dengan menggelar upacara Ngrastiti Bhakti di Pura Segara Desa Adat Buleleng.

BACA JUGA: Lahir Rabu Umanis Prangbakat, Menikmati Hidup Senang Saat Umur Ini, Pemberani Hingga Tangkas

Dari pantauan di lokasi, upacara Ngrastiti Bhakti ini diikuti oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Buleleng, yakni Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Kajari Buleleng I Putu Gede Astawa, Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Ketua MDA Buleleng Dewa Putu Budarsa serta Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna.

Upacara ini dipuput oleh Pemangku Pura Segara Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutayasa.

Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra mengatakan, upacara ini dilaksanakan untuk memohon kepada Ida Bhatara Baruna agar Covid-19 cepat berlalu.

Upacara ini juga dilaksanakan serentak di seluruh desa adat lainnya yang ada di Buleleng, sesuai intruksi Gubernur Bali Wayan Koster di Pura Khayangan Tiga.

Sementara Pemangku Pura Segara Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutayasa mengatakan, sarana yang digunakan dalam upacara Ngrastiti Bhakti ini adalah banten pejati lengkap.

Dalam upacara tersebut, pihaknya memohon kepada Ida Bhatara agar gering (penyakit Covid-19) ini dapat dihilangkan.

"Piuningnya diungkapkan nguninayang indik kebrebehan jagate sekadi mangkin agar beliau menghapus, menerbangkan atau menghanyutkan penyakit ini. Semua yang muncul dari penyakit ini disirnahkan, agar ciptaan beliau dalam hal ini manusia mendapatkan kasukertaning jagat," terangnya.

Sementara Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, selain melaksanakan upacara Ngrastiti Bhakti, pihaknya juga menggelar upacara Nyerjer Daksina yang dilaksanakan pada Rabu 14 Juli 2021 hingga Selasa 20 Juli 2021 setiap Pukul 08.00 Wita.

"Sejak adanya pandemi, Nyejer daksina sejatinya rutin kami lakukan setiap Purnama dan Tilem. Sekarang, atas permintaan Gubernur, Nyejer Daksina dilakukan mulai hari ini (Rabu,red) sampai tanggal 20. Makanya juga sama untuk memohon agar pandemi ini cepat berakhir," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved