Breaking News:

Wawancara Khusus

Evaluasi Kepala Satpol PP Bali 10 Hari PPKM Darurat, Pelanggaran Stagnan, Kerumunan Minim

Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlangsung sejak 3 Juli, hingga 20 Juli 2021

Tribun Bali/Ragil Armando
Kepala Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi - Evaluasi Kepala Satpol PP Bali 10 Hari PPKM Darurat, Pelanggaran Stagnan, Kerumunan Minim 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlangsung sejak 3 Juli, hingga 20 Juli 2021.

Selama sepuluh hari pelaksanaan PPKM Darurat tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sangat intens melakukan berbagai patroli untuk mengawasi pelaksanaan PPKM Darurat di masyarakat.

Untuk mengetahui lebih jauh mengetahui perkembangan pelaksanaan dan sejauh mana keefektifan PPKM Darurat di Bali selama ini, Tribun Bali mewawancarai oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Berikut petikannya:

Sejauh mana dampak PPKM Darurat terhadap penurunan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dan angka Covid-19 di Bali?

Baca juga: Wacana PPKM Diperpanjang Bikin Situasi Tak Menentu, Bali United Bakal Dibubarkan? Ini Penegasan Teco

Kalau pelanggaran stagnan. Cuma kerumunan sih minim.

Kalau pelanggaran masih sebatas tidak mengikuti PPKM Darurat, seperti di tempat usaha, warung makan, rumah makan yang masih melayani makan di tempat. Itu aja sih.

Tapi kerumunan tidak terjadi di lapangan.

Jadi sebagian masyarakat mematuhi aturan PPKM Darurat dengan harapan ini tidak diperpanjang. Ini harapan masyarakat.

Pemerintah sudah lakukan penyekatan di berbagai pintu masuk Provinsi Bali.

Bahkan, untuk di Denpasar, penyekatan dilakukan hingga ke jalur-jalur tikus. Sejauh mana hal itu efektif mengurangi mobilitas masyarakat?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved