Breaking News:

Berita Badung

Semester I 2021, Tingkat Kunjungan Wisatawan Ke Kawasan The Nusa Dua Capai 79 Ribu Orang

Kawasan pariwisata The Nusa Dua yang dikelola ITDC merilis tingkat okupansi kawasan The Nusa Dua periode Januari – Juni 2021.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Karsiani Putri
Dok. Communication ITDC
Kawasan pariwisata The Nusa Dua yang dikelola ITDC merilis tingkat okupansi kawasan The Nusa Dua periode Januari – Juni 2021. Tercatat secara berturut-turut Januari-Juni 2021 tingkat okupansi kawasan sebesar 7,71 persen, 5,08 persen, 9,80 persen, 9,58 persen, 10,75 persen dan 19,88 persen. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Kawasan pariwisata The Nusa Dua yang dikelola ITDC merilis tingkat okupansi kawasan The Nusa Dua periode Januari – Juni 2021.

BACA JUGA: Usaha Non Esensial Ditutup, Kapolres Badung Beri Imbauan dan Paket Sembako Ke Pemilik Usaha

Tercatat secara berturut-turut Januari-Juni 2021 tingkat okupansi kawasan sebesar 7,71 persen, 5,08 persen, 9,80 persen, 9,58 persen, 10,75 persen dan 19,88 persen.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan ke The Nusa Dua pada Januari – Juni 2021 mencapai hampir 79 ribu orang dan didominasi oleh wisatawan domestik sejumlah 70.366 orang.

Kunjungan wisatawan domestik ini mengalami peningkatan dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya mencapai 28.160 orang.

“Kami selaku pengelola kawasan The Nusa Dua bersyukur bahwa tingkat okupansi kawasan tetap terjaga selama periode Semester I 2021," ujar Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, Rabu 14 Juli 2021.

Peningkatan okupansi khususnya pada Juni 2021 antara lain didorong oleh meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan jumlah pertemuan yang diselenggarakan di dalam kawasan, baik yang diselenggarakan oleh instansi Pemerintah maupun swasta.

"Kami harapkan peningkatan ini dapat terus terjaga seiring dengan meningkatnya kegiatan kepariwisataan,” tambah Ngurah Ardita.

Hingga akhir Juni ini, tercatat sebanyak 17 hotel dan villa sudah beroperasi dari sebanyak 20 hotel dan villa yang ada di kawasan dengan jumlah kamar tersedia sebanyak lebih dari 4.600 kamar dari total 5.175 kamar.

Jumlah ini meningkat dari 2.410 kamar yang dioperasikan oleh 7 tenant hotel sebelum 31 Juli 2020.

Sementara itu, sebanyak 7 fasilitas sudah beroperasi dari sebanyak 10 fasilitas yang ada di kawasan.

”Dengan kelengkapan fasilitas terintegrasi dan SOP protokol kesehatan yang ketat di dalam kawasan, kami optimis tingkat okupansi kawasan tetap menunjukkan tren positif, dan berharap agar peningkatan-peningkatan ini dapat berkontribusi terhadap pemulihan pariwisata Bali,” tutur Ardita. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved