Jokowi Ingatkan Petugas PPKM: Jangan Sampai Masyarakat Frustrasi karena Kesalahan Berkomunikasi
Jokowi Ingatkan Petugas PPKM: Jangan Sampai Masyarakat Frustrasi karena Kesalahan Berkomunikasi
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya berhati-hati saat berkomunikasi dengan publik terkait PPKM Darurat.
Ia mengatakan saat ini masyarakat khawatir karena kasus Covid-19 yang terus melonjak dan angka kematian akibat Covid-19 juga tinggi.
Untuk itu, ia meminta jajarannya untuk menimbulkan optimisme dan ketenangan dalam melakukan komunikasi publik.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat Ratas Evaluasi PPKM Darurat di Istana Merdeka pada Jumat (16/7/2021) dan unggahan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (17/7/2021).
• Sejak Tanggal 3 Juli 2021, Pendapatan PD Parkir Denpasar Anjlok Hingga 70 Persen Karena PPKM Darurat
"Terus terang saja masyarakat ini khawatir mengenai covid yang naik terus, kemudian kematian tinggi, kemudian yang juga berkaitan dengan yang urusan makan, urusan perut, ini hati-hati, jangan sampai di antara kita ini tidak sensitif terhadap hal-hal seperti ini," kata Jokowi.
Selain itu, ia pun mengingatkan agar jangan sampai masyarakat kecewa akibat kesalahan pejabat pemerintahan dalam berkomunikasi maupun dalam menjalankan kebijakan.
"Jangan sampai masyarakat frustrasi gara-gara kesalahan-kesalahan kita dalam berkomunikasi, kesalahan-kesalahan kita dalam menjalankan sebuah policy," kata Jokowi.
Baca juga: Soal Pemberlakuan PPKM Darurat, Luhut Minta Maaf, Pastikan Penuhi Kebutuhan Masyarakat Terdampak
Kepercayaan publik merosot
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa menangani pandemi Covid-19 merosot tajam selama 6 bulan terakhir.
Demikian terlihat dari temuan survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Masyarakat yang percaya Jokowi bisa menangani pandemi terus menurun mencapai 43 persen.
Sementara itu, hanya 54,6 persen menjawab sangat tidak percaya, tidak percaya dan biasa saja.
Sedangkan yang tidak menjawab hanya 3,5 persen.
"Jadi untuk pertama kalinya pada bulan Juni tingkat kepercayaan terhadap presiden itu di bawah 50 persen," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, Minggu (18/7/2021).
Selama 6 bulan terakhir, kata Djayadi, trend tingkat kepercayaan presiden Jokowi mampu menangani pandemi memang terus merosot.
Tercatat pada September 2020 lalu, tingkat kepercayaan presiden Jokowi masih 60 persen.
Kemudian, tingkat kepercayaan kepada presiden Jokowi terus merosot hingga 56,5 persen pada Februari 2021. Pada Juni 2021, tingkat kepercayaan Jokowi telah berada di bawah 50 persen.
"Bisa dilihat saat ini ada trend penurunan 6 bulan terakhir. Menjelang diberlakukannya PPKM Darurat, ada penurunan tingkat kepuasan dan presiden dalam penanganan wabah," ungkap dia.
Lebih lanjut, Djayadi meminta survei ini bisa menjadi evaluasi kepada pemerintahan presiden Jokowi untuk berbenah.
"Ini menjadi suatu hal yang penting untuk memahami penanganan wabah seperti PPKM darurat yang dijalankan sekarang ini," katanya.
Sebagai catatan, survei LSI menggunakan metode survei simple random sampling dengan margin of eror +/- 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun sampel dari survei ini berjumlah 1.200 responden.
Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Sebaliknya, survei digelar pada 20-25 Juni 2021 lalu.
Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Jokowi Ingatkan Jajarannya Hati-hati Saat Berkomunikasi Dengan Publik Terkait PPKM Darurat