Berita Klungkung

Pesanan Sepi Jelang Idul Adha, Peternak di Klungkung Ini Terpaksa Jual Kambing ke Pemotongan Hewan

"Idul Adha kali ini hanya bisa menjual 54 ekor saja, padahal biasanya bisa lebih dari 150 ekor. Semua anjlok, situasi sulit sekali," jelasnya.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Peternak asal Desa Paksebali, Klungkung, Bali, Agung Oka saat ditemui, Senin 19 Juli 2021. Menurutnya penjualan hewan qurban jelang Idul Adha tahun ini anjlok karena PPKM Darurat. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Agung Oka (50), sedang memberi pakan ternak kambingnya saat ditemui, Senin 19 Juli 2021.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Idul Adha 2021 kali ini terasa kurang mengesankan bagi pria asal Desa Paksebali, Klungkung, Bali,  tersebut.

Idul Adha tahun ini, banyak kambingnya yang tidak laku terjual akibat dari penerapan PPKM Darurat.

Puluhan kambing yang sudah siap potong, masih tersisa di kandang milik Agung Oka di Desa Paksebali, Klungkung.

Seharusnya jelang hari Idul Adha, ternaknya itu laris manis terjual.

Namun saat ini keadaanya justru berbeda, Agung Oka mengaku pesanan masih sepi walau sudah memasuki H-1 Idul Adha.

Baca juga: Hari Pertama Dapur Darurat di Klungkung, Tagana Akan Salurkan 1600 Telur Rebus ke Nakes 

" Berbeda sekali situasinya sekarang. Penjualan hewan qurban kambing menurun drastis. Sudah tidak bisa bilang apa kondisi seperti ini," ujar Agung Oka, Senin 19 Juli 2021.

Ia menjelaskan, biasanya setiap menjelang Idul Adha, Agung Oka mampu menjual lebih dari 150 ekor kambing.

Ia pun tidak perlu repot-repot memasarkan ternaknya, karena selalu ada warga yang datang langsung kepadanya untuk membeli hewan qurban.

Namun sekarang, justru banyak calon pembelinya yang enggan datang ke Klungkung karena pemberlakukan PPKM Darurat.

Baca juga: Bupati Suwirta Melakukan Peletakan Batu Pertama Program KOTAKU di Kabupaten Klungkung

"Banyak calon pembeli yang telepon, bilang males ke Klungkung untuk beli hewan qurban karena banyak penyekatan. Sebelumnya memang pembeli banyak yang dari Denpasar," ungkapnya.

Alhasil penjualan pun anjlok. Jika sebelumnya, Agung Oka mengaku mampu menjual kambing qurban sampai 150 ekor menjelang Idul Adha. Namun kali ini kambing yang ia mampu jual hanya 54 ekor.

Selain karena penyekatan, ini juga karena tempat ibadah masih tutup dan lesunya kondisi ekonomi masyarakat secara umum selama PPKM Darurat.

Baca juga: Warga Nusa Penida Klungkung Keluhkan Truk Besar yang Melintas di Jalan Sempit Hingga Terguling

" Ini kan semua ada nomornya, jadi gampang dihitung. Idul Adha kali ini hanya bisa menjual 54 ekor saja, padahal biasanya bisa lebih dari 150 ekor. Semua anjlok, situasi sulit sekali," jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, Agung Oka terpaksa akan menjual kambing  yang belum laku ke tempat pemotongan hewan. Walaupun harganya akan jauh lebih murah.

" Karena tidak laku, ya terpaksa dibawa ke tempat pemotongan hewan. Biasanya harganya dibeli lebih murah sekitar Rp500 ribu. Dari pada tidak laku sama sekali," ungkapnya.

Baca juga: Akibat 13 Warga di Desa Gunaksa Klungkung Positif Covid-19, Rangkaian Upacara Pengabenan Ditunda

Sejak pertama kali terjun di jual beli kambing, menurut Agung Oka kali ini merupakan masa yang sulit.

" Saya berharap semua segera normal kembali, pandemi berakhir, dan daya beli masyarakat juga kembali. Sehingga usaha kami yang hidup tergantung dari peternakan ini juga bisa tetap jalan," harapnya. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved