Corona di Bali

BOR 100 Persen Lebih, 68.3 Persen Bed di RSUD Wangaya Digunakan Merawat Pasien Covid-19

Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 di RSDU Wangaya sudah mencapai 100 persen lebih.

Dok. BPBD Denpasar
RSUD Wangaya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 di RSDU Wangaya sudah mencapai 100 persen lebih.

Perhari ini, Kamis 22 Juli 2021,  pihak RSUD Wangaya memiliki 73 bed namun pasien Covid-19 yang dirawat sebanyak 84 orang.

Untuk menanggulangi hal tersebut, pihak RSUD Wangaya pun menambah 50 bed lagi.

Di mana pihaknya mengubah dua ruang perawatan pasien non Covid-19 yakni Ruang Kasuari dan Ruang Belibis digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

Baca juga: Soal Stok Oksigen Habis, Ini Tanggapan Dirut RSUP Sanglah Denpasar

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama RSUD Wangaya, Anak Agung Made Widiasa yang diwawancarai seusai rapat dengan Wali Kota Denpasar, Kamis 22 Juli 2021 siang.

“Sesuai anjuran Pak Wali Kota, sekarang kami menambah Ruang Kasuari dan Belibis untuk merawat pasien Covid-19, sehingga totalnya kami punya 123 bed untuk merawat pasien Covid-19,” kata Widias.

Dengan demikian sebanyak 68,3 persen bed yang ada di RSUD Wangaya digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

Di mana total bed yang ada sebanyak 180 sementara yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 sebanyak 123 bed.

Baca juga: RSUP Sanglah Denpasar Terima 9 Ton Oksigen Liquid dari Samator

Sementara itu, untuk ketersediaan oksigen di RSUD Wangaya sebanyak 3.838 meter kubik.

“Kemarin malam kami sudah mendapat tambahan oksigen sebanyak 1.535 meter kubik, sehingga total oksigen sebanyak 3.838 meter kubik. Jumlah ini cukup untuk dua tiga hari ke depan,” katanya.

Sementara itu, untuk tabung oksigen, saat ini pihaknya memiliki sebanyak 10 tabung besar dan 15 tabung kecil.

Baca juga: Wali Kota Jaya Negara Serahkan BPNT, PKH dan BST Kepada KPM di Kota Denpasar

Di mana dengan kondisi kasus saat ini dalam sehari pihaknya membutuhkan 1.800 meter kubik.

“Jika dalam kondisi biasa, kami hanya membutuhkan sebanyak 900 meter kubik,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved