Corona di Bali
RSUP Sanglah Denpasar Terima 9 Ton Oksigen Liquid dari Samator
Rabu 21 Juli 2021, RSUP Sanglah terima oksigen berbentuk liquid sebanyak 9.000 ton dari vendor yang sudah bekerjasama dengan RSUP Sanglah
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rabu 21 Juli 2021, RSUP Sanglah terima oksigen berbentuk liquid sebanyak 9 ton dari vendor yang sudah bekerjasama dengan RSUP Sanglah yakni Samator.
Ketika dikonfirmasi, Kasubag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna membenarkan hal tersebut.
"Ya tadi dapat 9 ton oksigen liquid. Dapatnya dari vendor Sanglah dari Samator itu. Stok oksigen cukup kan baru tadi dapat. Sebelumnya tidak habis banget masih tersedia, tapi jumlahnya berkurang. Jadi selama Covid-19 ini hampir setiap hari dikirim (oksigen)," jelasnya.
Sementara, pasca melonjaknya kasus positif Covid-19, RSUP Sanglah telah menerima kembali tenaga kesehatan (nakes) yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Beredar Pesan Terkait RSUP Sanglah Kewalahan Terima Pasien Rujukan, Dirut Wayan Sudana Angkat Bicara
Dan relawan tenaga kesehatan tersebut sudah diterima oleh RSUP Sanglah sejak Senin 19 Juli 2021 lalu.
Selain fokus pada penanganan pasien Covid-19, RSUP Sanglah juga masih membuka pelayanan vaksinasi Covid-19 dengan target 300 orang per hari.
Selain itu, RSUP Sanglah saat ini sudah memiliki ruang perawatan Covid-19 sebanyak kurang lebih 283 ruangan.
"Kita ruangan (untuk pasien Covid-19) kurang lebih sudah punya 283. Saat ini pasien dengan gejala dan kormobid yang berat dirujuk ke RSUP Sanglah. Astungkara kita doa bersama semoga aman terus stok oksigen. Dan untuk obat-obatan gak ada masalah," tutupnya.
Pedagang Pasar Sektor Non Esensial Mulai Diizinkan Buka, Pedagang Pakaian di Pasar Badung Sumringah
Mulai hari ini, Kamis 22 Juli 2021, pedagang pasar pada sektor non esensial di Denpasar, Bali, mulai diizinkan untuk buka.
Mereka kembali diizinkan buka setelah tutup selama 10 hari karena adanya kebijakan penutupan sektor non esensial selama PPKM Darurat.
Pedagang pun mulai sumringah saat diizinkan untuk buka kembali.
Hal itu juga dirasakan oleh pedagang pakaian di Pasar Badung.
Mereka mulai menyusun barang dagangan serta membersihkan debu di kios maupun los mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rsup-sanglah-denpasar.jpg)