Breaking News:

Berita Bali

Beredar Pesan Terkait RSUP Sanglah Kewalahan Terima Pasien Rujukan, Dirut Wayan Sudana Angkat Bicara

Rata-rata RSUP Sanglah membutuhkan oksigen liquid 8-9 ton per hari dan gas tabung 40-50 tabung per hari," ujarnya

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
dr. I Wayan Sudana, selaku Direktur Umum RSUP Sanglah Denpasar 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Direktur Umum RSUP Sanglah, dr. Wayan Sudana angkat bicara terkait kabar RSUP Sanglah kewalahan terima pasien rujukan Covid-19 pada, Rabu 21 Juli 2021.

Pesan yang tersebar di media sosial WhatsApp tersebut berbunyi :

INFO dr sodara nakes sanglah

Selamat pagi dr Agung, sinampura niki RS Sanglah sampun degdegan (tidur nyap-nyap) dari kemarin, O2 yg harusnya ke Sanglah kemarin sore ternyata belok ke Buleleng dan Wangaya dan baru pk 03 pagi ini sampai di Sanglah dg jumlah pasokan hanya cukup utk nanti malam. Beberapa RS menutup IGDnya, pasien semua diarahkan ke RS Sanglah tanpa konfirmasi terlebih dahulu shg kami tambah kewalahan

Baca juga: Virus Covid-19 Varian Delta Masuk Bali, Ahli Mikrobiologi RS Sanglah Jelaskan Potensi Penularannya 

IGD kami buka sampai menampung 30-35 pasien, blm bisa segera masuk ruangan ok banyak yg datang tanpa hasil swab, langsung disuruh ke Sanglah tanpa ba..bi...bu ... Situasi pagi ini, Oksigen tabung kami yg besar habis, yg kecil cukup sampai pagi ini. Usaha kami lakukan dg merapatkan semua KSM, DPJP COVID-19 utk membuat algoritme baru penggunaan O2 pd pasien COVID-19 agar lebih efisien dg target perawatan yg optimal bukan maksimal

Mohon maaf atas ketidaknyaman ini, RSUP Sanglah bukan tidak mau menolong tapi kita semua mengalami hal yg sama, maka dg melemparkan semua pasien ke RSUP Sanglah bukanlah solusi terbaik ok kita sama2 punya masalah kekurangan O2, matur sukseme atas pengertiannya.

Ketika dikonfirmasi, dr. Sudana mengatakan bahwa kondisi ketersediaan oksigen dan nakes di RSUP Sanglah sejauh ini cukup lancar.

Dan memang distribusi oksigen ke Rumah Sakit di Bali dilakukan secara bertahap dan tidak sekaligus.

“Untuk saat ini semuanya berjalan lancar. Kalau truk belok-belok itu memang rutenya satu tangki truk di beberapa titik RS.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved