Berita Denpasar
Korban Laka Lantas Terpaksa Dirawat di Rumah, Sejumlah UGD RS di Denpasar Sempat Penuh
Seorang perempuan korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali terpaksa harus dirawat di rumah akibat UGD pen
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang perempuan korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali terpaksa harus dirawat di rumah akibat Unit Gawat Darurat (UGD) sejumlah rumah sakit penuh, salah satunya red lock pasien positif Covid-19.
Perempuan berinisial R S (32) itu mula-mula ditangani di lokasi kejadian oleh petugas ambulans Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar.
RS diduga mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal akibat hilang kendali dan menabrak sebuah mobil.
Baca juga: Wali Kota Jaya Negara Serahkan BPNT, PKH dan BST Kepada KPM di Kota Denpasar
Dari hasil pemeriksaan, menurut keterangan petugas medis BPBD Denpasar, Koko Aryadi, korban dicurigai mengalami patah tulang pada paha kirinya.
"Korban laka tunggal, mengeluh nyeri pada paha kiri, dicurigai mengalami patah tulang paha kiri," kata Koko kepada Tribun Bali, Kamis 22 Juli 2021.
Perempuan asal Kampung Bugis itu dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan dipasang bidai pada kakinya kemudian dirujuk ke rumah sakit.
Baca juga: Konsumsi Gratis 2 Kali Sehari, Satgas Banjar Bagikan ke Warga Isolasi Mandiri di Denpasar
Namun, akhirnya karena UGD sejumlah rumah sakit penuh dan red lock, RS kemudian dibawa ke rumah untuk menjalani perawatan di rumah.
"Kalau dari pemeriksaan TTV, kondisi kesadaran normal, dirujuk ke rumah sakit ke RS Surya Husadha atas permintaan keluarga, UGD full disarankan ke RS Prima Medika, merujuk ke RS Prima Medika UGD red lock karena ada pasien terkonfirmasi covid-19 di UGD, kemudian ke RS Sanglah UGD juga full, lalu kami mengantarkan pasien ke rumah sesuai permintaan keluarga pasien," tuturnya.
Baca juga: Banpres BPUM Sudah Cair 75 Persen, 19.753 UMKM di Kota Denpasar Telah Menerima Bantuan
Selanjutnya, petugas BPBD terus memonitor kondisi kesehatan dari pasien, apabila ada keluhan lebih lanjut dan membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat berkoordinasi dengan BPBD Denpasar.
"Kita sudah koordinasi dengan pihak keluarga kalau memang butuh ambulans, atau penanganan lebih lanjut karena dicurigai patah tulang, bisa koordinasi dengan kami," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-medis-bpbd-denpasar-menangani-pasien-korban-laka-lantas-di-jalan-raya-sesetan.jpg)