Breaking News:

Berita Denpasar

Soal Dugaan Korupsi Dana BKK di Pemkot Denpasar, Kejari Periksa 100 Saksi,Termasuk bendesa & Pejabat

Dari penyidikan ini, penyidik Kejari Denpasar telah memeriksa sekitar 100 saksi, termasuk bendesa dan pejabat di dinas Kota Denpasar dan Provinsi Bali

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Kajari Denpasar, Yuliana Sagala didampingi para kasi saat memberikan keterangan dihadapan awak media terkait penanganan dugaan korupsi BKK. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar terus mendalami dugaan korupsi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2020/2021 untuk pengadaan aci-aci dan sesajen pada banjar di Kota Denpasar.

Kasus ini telah naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Dari penyidikan ini, penyidik Kejari Denpasar telah memeriksa sekitar 100 saksi, termasuk bendesa dan pejabat di dinas Kota Denpasar dan Provinsi Bali.

"Jadi kami Kejari Denpasar telah melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi BKK pengadaan aci-aci dan sesajen. Tapi ini masih dalam penyidikan," terang Kepala Kejari Denpasar, Yuliana Sagala disela perayaan Hari Bakti Adhyaksa ke-61 di Kejari Denpasar, Kamis, 22 Juli 2021.

Baca juga: Pelanggar Prokes di Denpasar Diberi Sembako, Kasatpol PP Denpasar: Ini Cara Kami Agar Lebih Humanis

Pihaknya menegaskan, karena penanganan perkara masih berjalan dan mengumpulkan alat bukti, penyidik belum menetapkan tersangka.

"Untuk penetapan tersangka, belum.

Karena kami masih alat bukti dan masih menunggu hasil perhitungan dari BPKP.

Tapi sementara ini versi hitungan kami, kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar," jelas Yuliana Sagala.

"Karena situasi masih PPKM darurat, jadi kami masih sangat terbatas melakukan panggilan.

Mudah-mudahan hasil BPKP segera turun dan kami bisa langsung melakukan penetapan tersangka," imbuh mantan Kajari Lampung Utara ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved