Breaking News:

Berita Denpasar

Rapat Bersama Kemenaker Bahas Soal BLT, Disnaker Bali Berharap Pekerja Bali Dapat BLT

Rencana Pemerintah untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk para pekerja yang terdampak pandemi Covid-19

Penulis: Ragil Armando | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Ilustrasi Uang BLT 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rencana Pemerintah untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk para pekerja yang terdampak pandemi Covid-19 sepertinya bakal segera terealisasi.

BACA JUGA: Pemuda Karangasem Gelar Aksi Solidaritas Dengan Berbagi Makanan Gratis Ditengah PPKM Darurat

Pasalnya, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menggelar rapat bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) seluruh Indonesia secara virtual, Jumat 23 Juli 2021.

Dalam rapat yang juga diikuti oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja ESDM (Disnaker ESDM) Bali, Ida Bagus Ngurah Arda menyebutkan bahwa Menaker, Ida Fauziyah menyebutkan bahwa Pemerintah bakal menggelontorkan BLT bagi para pekerja yang bernama Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp1 Juta.

Gus Arda juga menyebut bahwa salah satu persyaratan umum bagi para pekerja untuk mendapatkan BLT tersebut adalah Warga Negara Indonesia (WNI), pekerja penerima Upah dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan minimal sejak bulan Juni 2021.

“Rapatnya tadi dipimpin oleh Ibu Dirjen Hubungan Industrial dan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, kemudian banyak masalah internal yang dibahas, ada juga soal vaksinasi di daerah. Kemudian, soal BSU memang sempat disinggung, beliau menyampaikan apa yang disampaikan oleh Ibu Menteri memang ada rencana itu dengan besaran Rp1 juta, ya persyaratan umum WNI, sebagai peserta BPJS TK per bulan Juni 2021, itu persyaratan umumnya,” katanya saat dikonfirmasi usai rapat.

Saat ditanya mengenai apakah sudah ada Peraturan Menteri (Permen) terkait pencairan BLT tersebut, Ia menyebutkan bahwa saat ini Kemenaker bersama Kementerian terkait sedang membahas mengenai skema mengenai hal tersebut.

“Kemudian ya tunggu, ini sedang pembahasan, sedang digodok di pusat. Sekarang ya belum terbit,” akunya.

Pun juga mengenai kabar bahwa BLT bagi para pekerja tersebut hanya berlaku bagi pekerja yang berada di daerah di Zona PPKM IV.

Ia mengaku dari rapat tersebut terungkap bahwa rencana tersebut masih berupa konsep dan perlu pembahasan serta kajian lebih lanjut.

“Iya masih berpeluang, tadi dikatakan masih konsep, perlu pembahasan dan kajian lebih lanjut. Memang ya sedang dibahas soal level-level PPKM itu,” ungkap dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved