Breaking News:

Corona di Bali

Ini Tanggapan Pangdam IX/Udayana Mengenai Selebaran Aksi Demo di Tengah Masa PPKM di Bali

Beredar selebaran di media sosial seruan aksi demo serentak di tengah masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beredar selebaran di media sosial seruan aksi demo serentak di tengah masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang hendak dilakukan oleh elemen masyarakat menamakan diri Anonymous Indonesia di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di kawasan Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Bali, pada Sabtu 24 Juli 2021.

Disebutkan bahwa aksi tersebut ditujukan kepada pemerintah untuk menyetop drama Covid-19.

Mereka mengajak yang kontra terhadap pemerintah ihwal Covid-19 untuk merapatkan barisan.

Menanggapi hal itu, saat dikonfirmasi Tribun Bali, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terhasut dengan ajakan aksi unjuk rasa.

Baca juga: PPKM Darurat, Tiga Pasar Hewan di Karangasem Mulai Dibuka, Sutrisna: Semoga Tak Ada Penyebaran Covid

Maruli berharap, di tengah pandemi Covid-19 masyarakat bisa berkomunikasi melalui pemerintah dan desa adat di Bali terkait aspirasi-aspirasi, sehingga mampu meredam potensi-potensi yang tidak diinginkan hingga mengganggu ketertiban umum seperti yang terjadi di daerah lain.

"Di kita (Bali,-red) sebetulnya wilayahnya tidak terlalu padat seperti di daerah Jawa, jadi komunikasi pemerintah daerah dengan masyarakat lebih baik. Apalagi di Bali khususnya, adatnya bisa berjalan dengan baik, saya pikir bisa kita komunikasi," ujar Pangdam IX/Udayana saat dijumpai di Makodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, pada Jumat 23 Juli 2021

Menurut Maruli, bahwa kebijakan-kebijakan yang dilakukan dan diambil pemerintah saat ini adalah wujud kepedulian tinggi pemerintah kepada rakyat, untuk melindungi rakyatnya.

Pangdam IX/Udayana berharap kesadaran masyarakat di tengah pandemi Covid-19 bagaimana bahaya penularan virus ini bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan dan tingkat imun rendah.

"Sebenarnya tinggal kesadaran masyarakatnya. Bahwa ini masalahnya pandemi, bukannya pemerintah tidak peduli, justru karena terlalu peduli harus melakukan ini, kalau mau pencitraan lepasin saja. Tapi kita setiap detik bertaruh orang bergelimpangan, ini yang kadang-kadang menjelaskannya agak sulit," sebutnya.

Pangdam IX/Udayana berupaya penuh agar masyarakat ekonomi bawah ini dapat terus melanjutkan kegiatan kehidupan sehari-hari dengan sebaik-baiknya, untuk itu, Kodam IX/Udayana maupun pemerintah terus berupaya menyalurkan bantuan-bantuan bagi masyarakat baik bantuan langsung tunai (BLT) yang langsung ke rekening maupun bantuan sembako langsung.

"Kadang-kadang saya melihat, yang marah itu kelompok bawah atau cuma orang yang tidak jelas, lihat saja orang yang lari-lari itu, bukan orang yang nggak makan itu, perhatikan tidak foto-fotonya, itu orang orang berduit semua, maksudnya pulang ke rumah masih bisa makan. Orang kecilnya baik-baik saja," ujarnya.

Baca juga: Tutup Selama Penerapan PPKM Darurat, Mall di Bali Kehilangan Pendapatan hingga 70 Persen

"Kenapa seperti itu ? Karena BLT-BLT pakai rekening by name sekarang ini kan berlanjut karena memang agak tidak terlihat karena rekeningnya langsung ke masyarakat bawah mereka merasakan. Yang penting pokoknya masyarakat bawah bisa melanjutkan kegiatan kehidupan sehari-harinya dengan sebaik-baiknya itu saja," ucap Pangdam.

"Yang kita takutkan masyarakat yang kelaparan, kalau aksi-aksi itu mungkin anak muda yang dari medsos putar-putar, karena keterbatasan informasi, saya tegaskan tidak ada masyarakat kelompok bawah yang marah. Bahkan anggota saya cek BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) pun sampai bantuan di ujung Karangasem sana," pungkas Mantan Komandan Paspampres RI itu. (*).

Kumpulan Artikel Corona di Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved