Persib
Sebut Klub dan Pemain Menderita, Pelatih Persib Beberkan Fakta Soal Tak Bergulirnya Kompetisi
Kritik pedas kembali dilontarkan oleh pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, terkait ketidakjelasan bergulirnya kompetisi Liga 1 2021
TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG – Kritik pedas kembali dilontarkan oleh pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, terkait ketidakjelasan bergulirnya kompetisi Liga 1 2021/2022 yang dinilainya sangat berdampak bagi atmosfir sepak bola Indonesia.
Sosok pelatih Maung Bandung tersebut membeberkan sejumlah fakta soal motivasi dan mental para pemain yang menurun akibat situasi sulit selama beberapa bulan terakhir.
"Karena kami pemain dan pelatih profesional, pekerjaan kami adalah berlatih, memenangi pertandingan, dan merasakan kekalahan lalu bangkit lagi. Itu adalah bagian dari sepak bola," kata Robert dikutip Tribun Bali dari Tribun Jabar, Jumat (23/7/2021).
Robert Alberts menyebut, Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak menggelar kompetisi karena pandemi Covid-19.
Baca juga: Termasuk Makan Tanpa Sendok, Pemain Persib Marc Klok Mengaku Heran dengan 4 Budaya di Indonesia
Baca juga: Kecewa, Pelatih Persib Soal Penundaan Liga 1: Barcelona atau Madrid Pasti Tak Mau Liganya Dihentikan
Padahal, di seluruh belahan dunia lainnya, negara sudah beradaptasi dengan memutar kembali kompetisi sepak bola profesional di tengah pandemi.
"Setiap kami mempersiapkan tim lagi karena ada janji liga akan dimulai lagi, pada akhirnya dibatalkan seperti sejak September tahun lalu, bahkan hanya dua hari sebelum liga dimulai," ucapnya.
Dia memahami bahwa menggelar kompetisi di tengah pandemi seperti sekarang ini bukanlah perkara yang mudah.
Perlu kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan dari pemain, suporter hingga federasi agar kompetisi bisa berjalan dengan lancar dan aman.
Namun tantangan itu sudah bisa terjawab ketika liga-liga di dunia kembali bergulir.

Bahkan kompetisi Euro 2020, Copa America 2021, hingga Olimpiade yang melibatkan banyak negara bisa berjalan dengan baik.
Piala Menpora 2021 yang bergulir beberapa waktu lalu di Indonesia pun bisa berjalan dengan sangat baik dan aman.
"Saya terus kembali ke pertanyaan yang sama, 'Kenapa tidak ada yang berjuang untuk kasus kami ini?'," katanya.
Selama masa PPKM Darurat, 3 sampai 20 Juli 2021, para pemain Persib Bandung melakukan latihan secara mandiri.
Para pemain diberi program latihan untuk dilakukan di kediaman masing-masing agar kondisi fisik bisa tetap terjaga.
Baca juga: Menguji Keampuhan Skema Persib yang Bertabur Bintang di Kompetisi Liga 1 2021, Rashid-Klok Kunci
Baca juga: Kini Comeback di Persib Bandung, Dedi Kusnandar Pernah Torehkan Catatan Ciamik Ini di Liga Malaysia
Robert Alberts mengatakan, Febri Hariyadi dan kawan-kawan diberi program latihan dengan media video.