Berita Denpasar
SISI LAIN Kasus Pembunuhan di Jalan Subur Denpasar, Kakak Korban Sempat Selamatkan Diri Naik Ojol
SISI LAIN Kasus Pembunuhan di Jalan Subur Denpasar, Kakak Korban Sempat Selamatkan Diri Naik Ojol
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Widyartha Suryawan
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus tewasnya Gede Budiarsana (34) di kawasan Monang Maning atau tepatnya di simpang Jalan Subur-Jalan Kalimutu, Denpasar Barat masih menjadi perhatian publik Bali.
Kasus tersebut hingga kini masih terus didalami kepolisian.
Isu tentang adanya keterlibatan kelompok ormas yang terus menyeruak di masyarakat, membuat kepolisian bekerja lebih keras untuk menepis isu-isu yang beredar.
Diketahui, korban lainnya Ketut Widiada alias Jro Dolah atau berinisial DH yang merupakan kakak dari Gede Budiarsana.
Saat ini, DH dikabarkan sudah kembali ke rumah usai menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUP Sanglah Denpasar.
"Korban DH sudah balik ke rumah setelah mendapat perawatan di RSUP Sanglah. Sementara pelaku masih ditangani di Polresta Denpasar," ujar sumber Tribun Bali, Sabtu 24 Juli 2021.
Kapolresta Denpasar dan Kasat Reskrim Polresta Denpasar masih belum bisa memberikan keterangan terbaru terkait kasus tersebut.
Namun, seperti diketahui, tak perlu waktu lama kepolisian telah berhasil mengamankan pelaku pembunuhan Gede Budiarsana di simpang Jalan Subur-Jalan Kalimutu, Denpasar Barat, kemarin.
Beberapa orang yang diduga terlibat dalam permasalahan ini juga dimintai keterangan.
"Pelakunya orang Bali, Wayan S namanya. Dia yang megang parang, dia yang menebas kepalanya, dia yang motong tangannya," ujar Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat, pada Jumat 23 Juli 2021 kemarin.
Kompol Mikael Hutabarat menegaskan, pemberitaan yang mengkaitkan kejadian tersebut melibatkan orang Bali dan etnis tertentu tidaklah benar.
Dia memastikan kasus ini terjadi karena masalah tarik menarik motor yang pembayaran kreditnya macet dan tidak ada kaitannya dengan organisasi masyarakat (ormas) di Bali.
"Ini bukan masalah ormas, tapi ini masalah pribadi masing-masing. Nggak ada hubungannya dengan sebuah ormas di Bali, atau ormas apalah. Nggak ada. Ini antara kelompok debitur dan kreditur. Masalah terik menarik finance. Bukan ada masalah perang apa. Nggak ada," tegasnya.
Kronologi
Diberitakan sebelumnya, perkelahian antara dua orang pria dengan kelompok debt collector terjadi di kawasan Monang Maning, Desa Tegal Harum, Denpasar, Bali, Jumat 23 Juli 2021, sekitar pukul 15.00 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/situasi-tkp-di-jalan-subur.jpg)