Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Pemkab Bangli Tetapkan Isoter, Warga yang Menolak Isoter Akan Dijemput Paksa

Pemerintah Kabupaten Bangli telah menetapkan Isolasi Terpadu (Isoter) mulai hari Minggu 25 Juli 2021.

Tayang:
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Karsiani Putri
Fredey Mercury
Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, saat ditemui meninjau ruang isoter, Minggu 25 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pemerintah Kabupaten Bangli telah menetapkan Isolasi Terpadu (Isoter) mulai hari Minggu 25 Juli 2021.

Tempat isolasi pun telah disediakan.

Adapun masyarakat yang menolak dengan berbagai alasan, akan dilakukan upaya paksa.

BACA JUGA: Aksi Solidaritas di Buleleng, Kelompok Pemuda di Buleleng Bagikan Paket Sembako dan Sayuran

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, saat ditemui meninjau ruang isoter, Minggu 25 Juli 2021.

Pihaknya mengatakan, mengenai pelaksanaan isoter, pihaknya tetap mengutamakan upaya edukasi secara persuasif kepada masyarakat.

Namun, apabila ada penolakan dengan alasan yang tidak kuat, mau tidak mau akan dilakukan upaya paksa.

“Ini sudah menjadi keputusan Pemerintah. Baik dari Pemerintah Pusat, serta Pemerintah Provinsi berdasarkan hasil video konverensi yang tidak memperbolehkan isolasi mandiri (isoman, red) dan mewajibkan isolasi terpadu,” ujarnya.

Alasan tidak diperbolehkannya isoman, ungkap Kapolres, sebab berdasarkan hasil analisa isoman diduga menjadi salah satu faktor mempercepat penyebaran virus baru.

Sehingga kasus di Bali mengalami peningkatan.

Pihaknya juga menilai bahwa isoman tidak efektif.

Hal ini mengingat warga yang menjalani isoman cenderung menyebar sehingga Satgas Gotong Royong di masing-masing Desa tidak mampu mengawasi seluruh masyarakat yang melaksanakan isoman.

“Walaupun kita sudah berupaya menempel rumah-rumah warga yang melaksanakan isolasi mandiri. Itu salah satu upaya untuk pengawasan, tapi ternyata tidak mampu. Setelah kita gali dan lakukan penyelidikan, ternyata ada warga yang serharusnya melakukan isoman, justru berkeliaran kemana-mana,” ungkapnya.

Diketahui pola isolasi beberapa kali mengalami perubahan sejak awal pandemi virus corona.

Mulai dari isolasi terpusat yang bertempat di hotel, hingga keputusan melaksanakan isolasi mandiri.

Kapolres tak menampik jika masyarakat tentu lebih nyaman melaksanakan isoman karena masih tetap bisa melakukan aktifitas dirumah.

Namun, hal tersebutlah yang justru berbahaya.

Pihaknya pun menegaskan bahwa Satgas Covid-19 Bangli mengambil keputusan terbaik diantara pilihan yang belum ideal.

“Kenapa kok berubah-ubah karena kita melihat dari perkembangan situasi. Dan kita di negara manapun masih belajar terhadap situasi ini, sehingga belum ada standarnya,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved