Berita Tabanan
Pemkab Tabanan Terima Bantuan 6 Konsentrator Oksigen, Masker dan Sejumlah Dana dari CSR
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, Kabupaten Tabanan saat ini masuk wilayah zona merah dan menerapkan PPKM Level 4.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pemkab Tabanan mendapatkan 6 buah bantuan oksigen concentrator dari Corporate Social Responsibility (CSR), dan sudah diserahkan kepada BRSU Tabanan serta RS Wisma Prasanti di Kantor Bupati Tabanan, Rabu 28 Juli 2021.
Selain itu, bantuan masker dari CSR juga telah disalurkan termasuk dana Rp 50 Juta dari para dermawan asal Tabanan sudah diberikan ke Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan untuk menggerakkan ekonomi serta pemasok makanan ke tempat isolasi terpusat (isoter).
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, Kabupaten Tabanan saat ini masuk wilayah zona merah dan menerapkan PPKM Level 4.
Artinya Tabanan saat ini sudah mengalami tren peningkatan kasus yang cukup tinggi.
Baca juga: Sebanyak 5.826 Pelamar Berebut 127 Formasi CPNS di Tabanan
Dan hari ini ada sumbangan 6 Oksigen Concentrator dari Pematung Bali asal Tabanan I Nyoman Nuarta atau yang lebih dikenal sebagai Konseptor GWK.
Alat tersebut kemudian telah diberikan kepada BRSU Tabanan dan RS Wisma Prasanti.
Hal ini tentunya akan membantu pelayanan di rumah sakit untuk pasien yang membutuhkan oksigen.
"Astungkara kawan kita yakni Pak Nyoman Nuarta menyumbangkan 6 oksigen concentrator ke Tabanan dan sudah kita berikan langsung ke rumah sakit," kata Sanjaya, Rabu 28 Juli 2021.
Menurut Sanjaya, bantuan dari berbagai pihak yakni CSR mulai dari perusahaan farmasi, pengusaha dan lainnya juga.
Selain itu, atas saran sejumlah OPD, dibentuk ASN Gotong Royong yang mengajak menyumbang atau membantu untuk pembelian oksigen.
"Selain Oksigen Concentrator, CSR yang lain juga membantu kami masker, kemudian kami juga mendapat bantuan berbentuk dana sejumlah Rp 50 juta. Dana ini sudah saya serahkan ke Perusahaan Daerah Dharma Santika untuk mengkoordinir memberikan bantuan sembako bagi pasien yang lakukan isolasi mandiri," ungkapnya.
Tak hanya itu, kata Bupati Sanjaya penanganan Covid-19 di Tabanan, telah dilakukan perbaikan ruangan rusak di UPTD RS Nyitdah dan penambahan bed di BRSU Tabanan.
Bahkan setiap rumah sakit yang ada di Tabanan diminta membantu menyediakan 40 persen penambahan bed untuk perawatan pasien Covid-19.
"Kami akan selalu bekerja keras demi keamanan masyarakat. Dan untuk mencegah penyebaran kasus lewat cluster upacara saya segera berkoordinasi dengan Parisadha Tabanan. Salah satunya bisa tidak krama yang ngayah tidak makan dan minum di tempat melainkan nasinya dibawa pulang," katanya.
Baca juga: Tabanan Terima 5 Ton Beras dari Pemprov Bali, Sasar Warga Belum Menerima Bantuan Apapun
Terpisah, Direktur BRSU Tabanan, dr Nyoman Susila menegaskan, pasokan oksigen hingga saat masih terkendali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-tabanan-komang-gede-sanjaya-saat-menyerahkan-alat-oksigen-konsentrator.jpg)