Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Olimpiade Tokyo 2020

DAFTAR Tunggal Putra dan Ganda Putri Indonesia dalam Sejarah Olimpiade, Greysia/Apriyani dan Anthony

Satu sejarah manis Indonesia di olimpiade cabang olahraga bulu tangkis ikut tercipta lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Tayang:
Editor: Kambali
ALEXANDER NEMENOV/AFP
Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) berpose dengan Greysia Polii setelah memenangi laga penyisihan grup bulu tangkis melawan Sayaka Hirota dan Yuki Fukushima dari Jepang pada Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 27 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TOKYO - Penantian terasa begitu menjenuhkan dan menyakitkan jika hasil akhir tak sesuai dengan harapan.

Sebaliknya, penantian akan memunculkan senyuman tatkala yang ditunggu datang.

Masyarakat maupun netizen Indonesia menjadi saksi ketika Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu membayar penantian panjang bulu tangkis Indonesia di ajang olimpiade.

Anthony Sinisuka Ginting mungkin tak sadar ketika usianya menginjak 11 tahun adalah momen terakhir Indonesia bisa mengirim wakil bulu tangkis tunggal putra ke perempat final olimpiade.

Baca juga: Jadwal Perempat Final Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020: Anthony Ginting Punya Modal Sapu Bersih

Tepatnya ketika Sony Dwi Kuncoro tampil di Olimpiade Beijing 2008.

Kala itu, Sony Dwi Kuncoro yang menjadi asa Indonesia meraih medali bersama Taufik Hidayat, harus pupus di tangan wakil Malaysia, Lee Chong Wei dengan skor 9-21, 11-21, pada babak perempat final.

Sementara Taufik Hidayat sudah terlebih dahulu gugur pada babak kedua ketika melawan wakil Malaysia lainnya, Wong Choong Hann dengan skor 19-21, 16-21.

Dua edisi olimpiade, Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016, terlewatkan.

Indonesia tak bisa mengirimkan wakil tunggal putranya ke perempat final.

Namun, hampir 13 tahun berjalan, Anthony Sinisuka Ginting bisa menyamai rekor Sony Dwi Kuncoro di Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: HASIL Bulutangkis Olimpiade Tokyo: Coach Naga Api Ungkap Penyebab Kevin Sanjaya/Marcus Tersingkir

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, ketika menghadapi atlet asal Rusia, Sergey Sirant, pada laga terakhir Grup J Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Rabu, 28 Juli 2021 sore WIB.
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, ketika menghadapi atlet asal Rusia, Sergey Sirant, pada laga terakhir Grup J Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Rabu, 28 Juli 2021 sore WIB. (AFP/ALEXANDER NEMENOV)

Anthony Sinisuka Ginting mampu tembus ke delapan besar seusai mengalahkan wakil Jepang, Kanta Tsuneyama, dengan skor 21-18 dan 21-14.

Satu sejarah manis Indonesia di olimpiade cabang olahraga bulu tangkis ikut tercipta lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Untuk kali pertama sejak cabang olahraga bulu tangkis resmi dipertandingkan di olimpiade pada Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia mampu mengirim wakilnya ke semifinal.

Artinya, tujuh edisi olimpiade sebelumnya, Indonesia tak mampu menempatkan satu wakil pun di empat besar.

Perjuangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu tentu membuat Indonesia bisa sedikit tersenyum.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved