Breaking News:

Corona di Indonesia

Para Pelaku Pemalsuan Tabung Oksigen Sudah Menjual 190 Buah Tabung APAR

Para pelaku kemudian memodifikasinya menjadi selayaknya tabung oksigen dan dijual seharga Rp 3 juta kepada masyarakat.

Editor: DionDBPutra
Tribunnewsbogor
Ilustrasi tersangka. Para tersangka pelaku pemalsuan tabung oksigen hasil modifikasi dari tabung pemadam api ringan (APAR) jual barangnya seharga Rp3 juta per buah. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus ( Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helmy Santika menyebutkan, pelaku pemalsuan tabung oksigen hasil modifikasi dari tabung pemadam api ringan ( APAR ) menjual barangnya seharga Rp3 juta.

Menurut Helmy, pelaku membeli tabung APAR seharga Rp 700 ribu.

Para pelaku kemudian memodifikasinya menjadi selayaknya tabung oksigen dan dijual seharga Rp 3 juta kepada masyarakat.

"Untuk tabung APAR variatif antara Rp2-3 juta. Rp700-900 ribu itu modalnya. Harganya dia jual yang tadi," kata Helmy dalam jumpa pers virtual di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 28 Juli 2021.

Ruang Isolasi ICU Pasien Covid-19 RSU Bangli Penuh,Kini Terjadi Peningkatan Kebutuhan Tabung Oksigen

Baca juga: Peduli Penderita Covid-19, Eks Direktur Persija Jakarta Gede Widiade Sediakan Ratusan Tabung Oksigen

Ia menuturkan, pelaku setidaknya telah menjual 190 buah tabung APAR. Hingga saat ini, pihak kepolisian tengah menelusuri ihwal siapa pembeli tabung APAR tersebut.

"Sejauh ini mereka sudah pernah jual 190 buah. Ini juga akan kita cari dia jual ke mana karena bahaya. Takutnya dibeli masyarakat, dia tidak tahu bahwa ini sebetulnya asalnya ini tabung APAR. Tadi saya sampaikan awalnya CO2," katanya.

Ia menuturkan, penggunaan tabung APAR tidak diperuntukkan untuk kepentingan medis. Apalagi, kata dia, sampai diperjualbelikan bebas di masyarakat.

"Kita tidak tahu bagaimana tank cleaning-nya, di dalamnya gas CO2, kalau misalkan diisi gas oksigen kalau pembersihannya tidak bagus tentu bahayakan orang. Dari desain tabungnya sendiri untuk APAR tidak didesain untuk diisi oksigen. Ada spesifikasi tertentu untuk tabung gas oksigen dia harus bisa menahan sampai 100 psi dan sebagainya," jelasnya.

Helmy memastikan pihaknya akan terus menindak para spekulan yang mencoba mencari untung dalam situasi sulit pandemi Covid-19.

"Kegiatan ini tidak berhenti sampai sini. Akan kita kembangkan terus. Bekerja sama dengan direktur jajaran dengan harapan bahwa yang mereka yang memiliki niat ambil keuntungan di masa ini mereka kurungkan niatnya," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved