Pandemi
Aqua Dwipayana: Kaum Muda Harus di Garda Terdepan pada Masa Krisis Pandemi
Banyak hal yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Wajib hukumnya bagi para pemuda untuk berada di garda terdepan.
Ia menambahkan, semua hal mengalami perubahan tatanan termasuk dalam aspek pendidikan. Untuk mencegah penyebaran virus covid-19 pendidikan dilaksanakan secara daring dan semua hal dilakukan berbasis online. Dengan kejadian ini seluruh aspek diharapkan tetap selalu waspada dengan segala ancaman yang mungkin datang dan mengancam persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia.
“Dalam kaitan ini, pemuda sebagai masyarakat ilmiah memiliki peran penting untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju lagi kedepannya. Demi tercapainya tujuan memajukan bangsa, para pemuda harus paham tentang bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Inilah tujuan dari kegiatan webinar atau diskusi daring yang akan menghadirkan para pembicara kompeten, Dr Aqua Dwipayana dan Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd,” terang Gede Ari Wahyudi.
Dia menambahkan sengaja mengundang Dr Aqua karena selama ini motivator ulung itu telah sering melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di banyak kampus di Indonesia dan dengan para pemuda. Semua yang disampaikannya sesuai dengan kondisi kekinian.
"Saya dan seluruh panitia sangat berterima kasih kepada Dr Aqua atas berkenannya melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi memenuhi undangan kami. Di saat jadwalnya yang sangat padat keliling Indonesia selama pandemi Covid-19," pungkas Ari.
Melakukan Transformasi
Undiksha adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang terdapat di Kota Singaraja, Bali. Universitas ini merupakan perguruan tinggi yang dikembangkan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, menghasilkan tenaga kependidikan dan tenaga non-kependidikan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kemampuan akademis-profesional yang tinggi, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Undiksha merupakan Universitas Pendidikan terbaik pertama di Provinsi Bali ini atau masuk 50 besar Top universitas di Indonesia versi www.4icu.org/id/. Juga institusi pendidikan tinggi negeri yang mencetak sumber daya manusia dalam bidang kependidikan dan non-kependidikan.
Dalam bidang kependidikan, Undiksha merupakan pencetak sumber daya manusia pendidik yang terbesar di Bali. Sampai saat ini Undiksha telah menghasilkan lebih dari tiga puluh tiga ribu lulusan yang kebanyakan tenaga pendidik.
Sejarah Undiksha diawali dari Kursus B-1 untuk menyedianan Guru Bahasa Indonesia tahun 1955 dan Guru Perniagaan tahun 1957 untuk tingkat SMA. Pada 1962 kedua jenis kursus tersebut digabung menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Airlangga. Tahun yang sama FKIP bergabung dengan Universitas Udayana, dan pada 1963 menjadi bagian IKIP Malang cabang Singaraja.
Pada 1968, FKIP dijadikan dua fakultas: Fakultas Keguruan (FKG) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Kembali menjadi bagian Universitas Udayana.
Pada 1981, FKG dan FIP digabung menjadi FKIP Universitas Udayana. Tahun 1993, FKIP pisah dengan Universitas Udayana menjadi STKIP Singaraja, dan tahun 2001 menjadi IKIP Negeri Singaraja.
Proses panjang yang ditempuh kedua jenis kursus tersebut akhirnya menjadi Undiksha, setelah IKIP Singaraja diubah statusnya menjadi Undiksha dengan Peraturan Presiden Nomor: 11/2006, tanggal 11 Mei 2006.
Sebagai salah satu perguruan tinggi yang berbasis kependidikan, idealnya telah bisa melakukan transformasi terhadap intelektualitas dan karakter dari peserta didiknya. Dalam persektif ini, upaya membangun karakter peserta didik untuk untuk mereduksi problem sosial, seperti korupsi, ketidakjujuran, pornografi, dan premanisme.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/webinar-undiksha.jpg)