Olimpiade Tokyo
Greysia/Apriyani Cetak Sejarah, Ganda Putri Pertama Asal Indonesia yang Lolos Semifinal Olimpiade
Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu mencetak sejarah sebagai ganda putri pertama asal Indonesia yang lolos semifinal olimpiade
Di Olimpiade Rio 2016, saat Greysia Polii berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari, mereka sampai babak perempat final.
Hasil lebih buruk pada olimpiade London 2012.
Tidak ada satupun wakil Indonesia yang tembus babak perempat final.
Selain faktor teknis, ada kontroversi pada saat itu.
Saat penyisihan grup delapan pemain (dua pasangan dari Korea Selatan dan satu pasangan masing-masing dari China dan Indonesia) dikeluarkan dari turnamen oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia setelah dinyatakan bersalah karena tidak menggunakan upaya terbaik saat bermain untuk kalah dalam pertandingan untuk memanipulasi undian untuk babak sistem gugur.
Dalam satu pertandingan, kedua tim melakukan serangkaian kesalahan dasar, dan dalam satu pertandingan reli maksimum hanya empat tembakan.
Di Beijing 2008, wakil Indonesia di ganda putri hanya sampai putaran pertama.
Saat itu Liliyana Natsir masih di ganda putri berpasangan dengan Vita Marissa.
Tidak ada wakil ganda putri Indonesia yang menembus babak perempat final.
Begitu pula di Athena 2004. Wakil ganda putri Indonesia hanya sampai babak kedua.
Di Sydney 2000, ganda putri Indonesia hanya sampai babak perempat final.
Saat itu, China mendominasi seluruh wakil ganda putri di semifinal.
Pada Olimpiade 1996, wakil Indonesia terhenti di perempat final.
Hasil yang sama diraih wakil Indonesia di ajang Olimpiade Barcelona 1992 ketika Finarsih/Lili Tampi tersingkir di perempat final.
Olimpiade Barcelona menjadi olimpiade pertama yang mempertandingkan olahraga bulu tangkis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/greysia-poliiapriyani-rahayu-vs-china-olimpiade-tokyo-2020.jpg)