Berita Badung
Badung Kembali Kesulitan Dapat Suplai Oksigen,Handalkan Pasokan dari Lombok Tapi Kini Sudah Tak Bisa
Pasalnya Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada yang terletak di Kelurahan Kapal kini sudah kekurangan oksigen.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kembali bingung untuk mendapatkan suplai oksigen.
Pasalnya Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada yang terletak di Kelurahan Kapal kini sudah kekurangan oksigen.
Bahkan suplai yang biasanya didapat dari Lombok juga tidak bisa didapat. Sehingga Badung harus mencari suplai oksigen dari luar selain Samator.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RSD Mangusada dr Ketut Japa saat dikonfirmasi tak menampik hal tersebut.
Baca juga: Jelang Akhir PPKM Level 4, Ruang Perawatan RSD Mangusada Badung Kini Overload Pasien Covid-19
Pihaknya mengaku kini harus mencari suplai oksigen yang baru selain lombok.
"Kalau di lombok kita hanya dapat sekali saja. Itu pun masih kurang," ujarnya saat dihubungi Minggu 1 Agustus 2021
Menurutnya waktu ini oksigen yang didapat dari lombok hanya 100 tabung gas. Namun pemakaiannya di RSD Mangusada mencapai 228 tabung gas.
"Sekarang kita tidak bisa dapat lagi, karena kasus di sana (Lombok -Red) meningkat. Bahkan Pemerintah NTB juga tidak memberikan oksigennya dikirim keluar," kata dr Japa.
Sampai saat ini dirinya mengaku masih kewalahan akan oksigen.
Selebihnya kasus di Badung terus mengalami peningkatan. Bahkan bed occupancy ratio (BOR) mencapai 100 persen.
"Untuk oksigen kita masih cukup untuk dua hari ke depan. Tapi kita kan tidak bisa menunggu PT Samator, karena jumlah yang diberikan sedikit hanya 50 Tabung dari 770 tabung oksigen yang dihasilkan setiap harinya," bebernya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, sampai saat ini masih mencari-cari tempat suplai oksigen untuk memasok oksigen di RSD Mangusada.
Sebelum mendapatkan pasokan oksigen, dirinya mengaku mengefisikan penggunaan oksigen.
"Kita kan dapat juga oksigen jenis liquid oksigen dari Jawa. Itu juga kami manfaatkan. Pengaturan penggunaan oksigen yang kami terus perjelas, sehingga kita bisa menekan penggunaannya," tegas Japa.
Baca juga: Tim Yustisi Kabupaten Badung Pantau Penerapan Prokes di Pasar Mengwi, Beri Himbauan Secara Humanis
Pihaknya berharap pemerintah Provinsi Bali bisa mengatur atau membantu suplai oksigen di Rumah Sakit yang ada di Bali. Pasalnya penggunaan oksigen kini semakin meningkat.
"Kita sebetulnya tidak enak dengan rumah sakit yang lain, seakan cepat-cepatan membeli oksigen keluar. Kalau lambat tidak dapat, kalau cepat dapat, meski sedikit. Tapi mau gimana lagi ini kan untuk kemanusiaan juga, demi nyawa manusia," tungkasnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Badung