Olimpiade Tokyo 2021
Dinanti Pasangan China di Final Badminton Olimpiade Tokyo 2021, Greysia/Apriyani Siap Kerja Keras
Atlet badminton ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu berpeluang mendulang medali emas seusai menyegel tiket final Badminton
TRIBUN-BALI.COM, TOKYO – Atlet badminton ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu berpeluang mendulang medali emas seusai menyegel tiket final Badminton Olimpiade Tokyo 2021.
Pasca memenangkan pertandingan, Greysia Polii mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya.
Bahkan momen Olimpiade London 2012 kala berpasangan dengan Meiliana Jauhari menjadi pengalaman dan pembelajaran oleh Greysia Polii.
Baca juga: JADWAL Final Bulutangkis Olimpiade 2021: Greysia Polii/Apriyani Vs Chen/Jia, Kans Cetak Sejarah Emas
Baca juga: JADWAL Final Bulutangkis Olimpiade 2021: Greysia Polii/Apriyani Vs Chen/Jia, Kans Cetak Sejarah Emas
Diketahui, pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses menorehkan sejarah dan rekor di Olimpiade Tokyo 2021 hingga tembus ke final.
Namun pengalaman tak mengenakkan pernah dialami Greysia Polii yang pernah didiskualifikasi di Olimpiade London 2012 silam.
Greysia Polii didiskualifikasi pada perhelatan olahraga multicabang terbesar di dunia itu lantaran dianggap melanggar kode etik karena sengaja mengalah di babak Grup C cabor bulu tangkis saat menghadapi Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan).
Baca juga: Hasil Spanyol Vs Pantai Gading Olimpiade 2020: Rafa Mir Hattrick, Ada 7 Gol, Tim Matador Perkasa
Baca juga: Ini Calon Lawan Ganda Putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Final Badminton Olimpiade Tokyo 2021
"Begitu banyak orang, bukan hanya saya yang telah melalui kesulitan dan momen tak terlupakan juga," kata Greysia, Sabtu (31/7/2021).
"Saya kira Olimpiade London mengajari saya untuk tidak pernah menyerah pada impian Anda. Dan saya tahu saya tidak hanya mengatakannya, saya ingin bersungguh-sungguh. Setiap hari dalam hidup saya. Saya hanya benar-benar menjalani hari demi hari," sambung Greysia.
"Ini hanya bonus dari Tuhan bahwa saya bisa berada di sini, di final Olimpiade 2021 dan saya tidak muda lagi," ujar wanita 33 tahun tersebut.
Lebih lanjut, Greysia Polii mengatakan kemenangan di laga ini juga merupakan kerja keras dirinya bersama Apriyani.
Seperti diketahui, Greysia/Apriyani telah melakukan pertemuan sebanyak delapan kali dengan wakil Korea Selatan, Lee Sohee/Shin Seungchan.
Dari delapan pertemuan terakhir sebelumnya, Greysia/Apriyani mengoleksi lima kali kemenangan dan dengan kemenangan tadi kini dirinya mencatatkan enam kali kemenangan.
"Ini luar biasa. Saya kira situasi dan kondisi di lapangan benar-benar bersama kami," kata Greysia.
"Pertandingan hari ini kami hanya ingin memberikan yang terbaik. Kami sudah kalah dan menang melawan pasangan ini, jadi kami tidak ingin memikirkannya. Kami hanya ingin mempersiapkan yang terbaik," pungkasnya.
Keberhasilan pasangan Greysia/Apriyani menyegel tiket lolos ke final membuat asa Indonesia mendulang medali emas cabor bulutangkis masih terjaga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/greysia-poliiapriyani-rahayu-di-olimpiade-tokyo-2020.jpg)