Breaking News:

Corona di Bali

BOR di RSUD Wangaya 87 Persen, Ketersediaan Oksigen 2.800 Meter Kubik

Perhari ini, Senin 2 Agustus 2021 tingkat keterisian ruang isolasi Covid-19 di RSUD Wangaya sebanyak 87 persen.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Putu Supartika
Petugas melakukan pengecekan ketersediaan oksigen di RSUD Wangaya Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perhari ini, Senin 2 Agustus 2021 tingkat keterisian ruang isolasi Covid-19 di RSUD Wangaya sebanyak 87 persen.

Di mana RSUD Wangaya merawat sebanyak 91 orang pasien Covid-19.

Sementara itu, jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 106 tempat tidur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) RSUD Wangaya, Anak Agung Made Widiasa.

Baca juga: Diduga karena Sakit, Pria Asal Tangerang Ditemukan Tidak Bernyawa di Denpasar

“Tingkat keterisian atau BOR kami sebesar 87 persen. Di mana sampai hari ini kami masih merawat sebanyak 91 orang pasien positif,” kata Widiasa.

Sementara itu, untuk ketersediaan oksigen, Widiasa mengatakan tergantung dari Satgas Oksigen di Provinsi Bali.

Di mana pihaknya hanya menerima saja sesuai dengan jatah dari Satgas Oksigen di Provinsi Bali.

Baca juga: 1.848 Pelamar CPNS di Denpasar Dinyatakan Tak Lolos Seleksi Administrasi, Ini Penyebabnya

Widiasa menambahkan, selain mengandalkan Samator, kini Bali juga punya satu distributor penyuplai oksigen ke Bali.

“Untuk Samator produksinya menurun jadi 20 sampai 30 ton, sedangkan Bali membutuhkan hampir 60 ton perhari, jadi makanya harus berbagi,” katanya.

Ia mengatakan untuk saat ini pihaknya memiliki ketersediaan oksigen sebanyak 2.800 meter kubik.

Baca juga: UPDATE: Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 305 Orang, Positif 383 Orang dan 7 Meninggal

Sementara pihaknya memiliki tangki dengan kapasitas 7.000 meter kubik.

Sementara per hari pihaknya membutuhkan hingga 1.800 meter kubik karena pasien bergejala berat meningkat.

“Tergantung saturasinya, karena turun sampai 60 – 70 makanya perlu lebih banyak oksigen. Meskipun pasien banyak namun bergejala ringan tidak butuh oksigen,” katanya. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved