Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Dua Balita Tewas Akibat Bencana, Hanyut di Sungai di Badung dan Longsor di Karangasem

Dua bayi di bawah lima tahun (Balita) tewas akibat bencana alam yang terjadi di Bali, Selasa 3 Agustus 2021

Tayang:
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Ketut Santika saat melihatkan lokasi jatuhnya balita ke Sungai di Jalan Muding Indah 5 Lingkungan Muding Kaja, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung pada Selasa 3 Agustus 2021 - Dua Balita Tewas akibat Bencana, Hanyut di Sungai di Badung dan Longsor di Karangasem 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dua bayi di bawah lima tahun (Balita) tewas akibat bencana alam yang terjadi di Bali, Selasa 3 Agustus 2021.

I Gusti Putu Agung Riki Anantaraina (3) tewas setelah hanyut di sungai di Jalan Muding Indah 5 Lingkungan Muding Kaja, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, sekitar pukul 11.00 Wita.

Sebelumnya, Komang Putra Adnyana (5) tewas akibat longsor menghantam rumahnya di Banjar Pejeng, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, sekitar pukul 06.00 Wita.

Riki Anantaraina yang hanyut di sungai di Jalan Muding Indah 5 ditemukan dalam kondisi tubuhnya tersangkut di akar bambu di pinggir aliran sungai dengan masih mengenakan baju warna biru dan celana.

Baca juga: Kabar Duka, Seleb TikTok Anthony Barajas Tewas Ditembak, Peluru Tembusi Kepala

Jarak korban jatuh dengan ditemukan kurang lebih 1 km.

Ketut Santika, warga setempat mengatakan, saat itu korban dengan anak-anak yang lainnya sedang bermain di seputaran sungai. Saat itu kondisi air sungai meluap sehingga badan jalan tidak terlihat.

"Sungainya tidak kelihatan tadi, bahkan di jalan juga airnya meluap," ujarnya saat ditemui Tribun Bali.

"Saya waktu itu sedang berada di luar rumah. Pas ditelepon, langsung saya pulang. Kebetulan kejadiannya di sebelah rumah saya. Langsung saya bersama teman-teman berusaha mencari," ujar supporter Bali United ini.

Dia mengaku, saat mendengar informasi tentang adanya balita yang hanyut, dirinya langsung turun ke sungai dan melakukan pencarian bersama warga yang lain.

"Saya saat itu, langsung turun ke sungai, langsung ke hilir melihat-lihat anaknya yang jatuh itu. Hingga berhasil ditemukan," katanya.

Dalam pencarian tersebut, Santika dibantu oleh lima orang untuk menelusuri aliran sungai.

Awal pancarian hanya ditemukan sepasang sandal milik korban.

Seakan tak mau menyerah ia langsung meminta rekan yang lainnya untuk membantu mencari di sekitar aliran sungai.

"Saat itu memang habis hujan. Jadi airnya sampai meluap ke jalan. Kemungkinan anak itu terpeleset. Air sungai setinggi pinggang saya. Sewaktu ketemu sandalnya saya minta ibunya untuk menghaturkan canang di pelinggih agar anaknya cepat ditemukan," jelasnya.

Putu Suardana, warga asli Pakutatan, Jembrana, yang juga tetangga kos korban, mengaku saat kejadian bakap korban sedang bekerja di luar, dan ibunya sedang mencuci piring.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved