Breaking News:

Berita Buleleng

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Buka Layanan Telekonsultasi untuk OTG

Pelayanan ini khusus untuk pasien Covid-19 tidak bergejala (OTG) yang menjalani isolasi mandiri (isoman). 

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Karsiani Putri
Warta Kota/Henry Lopulalan
ILUSTRASI 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buleleng, serta Fakultas Kedokteran Undiksha, membentuk layanan telekonsultasi.

Pelayanan ini khusus untuk pasien Covid-19 tidak bergejala (OTG) yang menjalani isolasi mandiri (isoman). 

Sekda Buleleng yang juga sebagai sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa pada Jumat 6 Agustus 2021 mengatakan, pelayanan telekonsultasi ini untuk memantau kondisi  OTG, serta menghindar terjadinya kasus OTG meninggal dunia di tempat isoman.

Dokter yang bertugas dalam layanan ini akan memberikan pemahaman kepada OTG, terkait Covid-19, serta langkah-langkah yang harus dilakukan oleh OTG ketika mulai merasakan gejala. 

"Pasien bisa konsultasi kepada dokter yang sudah ditugaskan oleh IDI dan Fakultas Kedokteran. Masing-masing dokter nanti dibagi menangani berapa pasien. Pelayanan ini bukan memberikan resep obat. Konsultasinya itu hanya menanyakan kondisinya. Kalau misalnya mulai bergejala, maka pasien diminta ke fasilitas kesehatan," terangnya. 

Satgas telah memberikan seluruh nomor OTG yang menjalani isoman kepada dokter yang bertugas dalam pelayanan ini.

Sehingga dokterlah yang nantinya akan menghubungi dan menanyakan keadaan OTG tersebut melalui WhatsApp.

"Kalau jumlah anggota IDI Buleleng ada 200an orang yang digunakan dalam pelayanan telekonsultasi ini hanya dokter umum, ditambah lagi dari Fakultas Kedokteran Undiksha," jelasnya. 

BACA JUGA: Dampak Dari PPKM Berjilid-jilid, Ekonom Celios Perkirakan Jumlah Penduduk Miskin Akan Bertambah

Selain itu, OTG yang mengikuti pelayanan ini juga dapat mengikuti  zoom meeting tiga hari sekali, bersama dokter spesialis.

Dalam zoom meeting itu, OTG akan diberikan edukasi dan sosialisasi tentang Covid-19, serta tips untuk menjaga kesehatan mental. 

"Orang yang isoman itu kan ada tekanan pada psikisnya. Jadi dengan adanya telekonsultasi ini, pasien bisa lebih rileks. Ini untuk menghindari kematian di isoman. Jadi denhan tekonsultasi ini dokter tau kondisi pasien setiap hari bagaimana," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved