Berita Buleleng
Bandeng Buleleng Tembus Pasar Malaysia dan Filipina, Panen Perdana di Sumberklampok Capai 8 Ton
Budidaya ikan bandeng di kawasan lepas pantai Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Budidaya ikan bandeng di kawasan lepas pantai Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
Pada panen perdana yang digelar Jumat (29/5/2026), kelompok nelayan setempat berhasil memanen sekitar 3 ton ikan bandeng berkualitas ekspor yang telah dilirik pasar Malaysia dan Filipina.
Panen perdana tersebut dilakukan di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Sumberklampok dan dihadiri langsung Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra.
Baca juga: Promo Fresh di Superindo Hypermart Hingga 9 Januari 2025, Ikan Bandeng Super Rp3.990, Daging Diskon
Turut hadir sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Buleleng serta penyuluh perikanan setempat.
Budidaya bandeng dikelola Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah di bawah binaan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Buleleng.
Bibit bandeng atau nener yang dipelihara sejak Desember lalu membutuhkan waktu sekitar lima bulan 17 hari, hingga mencapai ukuran siap panen dan memenuhi standar ekspor.
Pada panen perdana ini, ikan yang berhasil diangkat diperkirakan mencapai 3 ton dengan ukuran rata-rata 3 hingga 4 ekor per kilogram dari total 16 kolam aktif.
Baca juga: PANEN Perdana Ikan Bandeng Premium di Sumberkima Tembus 3 Ton, Sejarah Rekor Baru
Secara keseluruhan, potensi produksi yang dapat dipanen diperkirakan mencapai 8 ton.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan keberhasilan budidaya bandeng tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan petani perikanan di Desa Sumberklampok.
"Keberhasilan ini mudah-mudahan menjadi contoh atau model yang memotivasi kelompok-kelompok lainnya dalam mengembangkan budidaya ikan bandeng, khususnya di wilayah Kecamatan Gerokgak," ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Menurut Sutjidra, potensi budidaya bandeng di wilayah pesisir Gerokgak sangat besar. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus mendorong pengembangannya agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Saat ini tercatat lebih dari 60 kelompok nelayan aktif yang turut mendukung pengembangan budidaya bandeng. Pemkab Buleleng bahkan menargetkan kawasan tersebut berkembang menjadi sentra produksi utama atau "Kampung Bandeng" yang dikenal secara nasional.
Sementara itu, Kepala DPKPP Kabupaten Buleleng Gede Melandrat menjelaskan keberhasilan panen dalam waktu relatif singkat tidak terlepas dari kondisi perairan laut yang mendukung pertumbuhan ikan bandeng.
Ia menyebut proyek demplot percontohan tersebut dirancang untuk memaksimalkan potensi sumber daya laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Selain fokus pada budidaya, pemerintah juga mendorong pengembangan hilirisasi melalui usaha pengolahan bandeng cabut duri guna meningkatkan nilai jual produk.
"Program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga nilai tambah. Kami akan terus mengedukasi nelayan agar Gerokgak mampu berkembang menjadi pusat budidaya bandeng premium di Kabupaten Buleleng," kata Melandrat. (*)
Berita lainnya di Bandeng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ikan-bandeng-pada-panen-perdana-di-Desa-Sumberklampok.jpg)