Bisnis
PANEN Perdana Ikan Bandeng Premium di Sumberkima Tembus 3 Ton, Sejarah Rekor Baru
Kabupaten Buleleng mencatatkan sejarah baru di sektor kelautan dan perikanan, khususnya budidaya ikan bandeng.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Kabupaten Buleleng mencatatkan sejarah baru di sektor kelautan dan perikanan, khususnya budidaya ikan bandeng.
Sebab Buleleng yang sebelumnya hanya dikenal sebagai ‘pemain hulu’ yakni penghasil benih atau nener, justru berhasil membudidayakan bandeng hingga tahap produksi hilir.
Hal tersebut ditandai dengan panen perdana ikan bandeng siap konsumsi di laut Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Rabu (4/3).
Total sebanyak 3 ton bandeng premium dengan ukuran konsumsi rata-rata 300 gram per ekor, berhasil dipanen dari Keramba Jaring Apung (KJA) milik Pusat Pengembangan Pembenihan dan Pembudidayaan Bandeng (P4B).
Baca juga: LACAK dan Pantau Pergerakan DPO Pelaku Mutilasi, Imigrasi Ngurah Rai Awasi, 4 Sudah Keluar Negeri!
Baca juga: 6 SAMPEL Tulang di Pantai Ketewel Dikirim ke Puslabfor Mabes Polri, Ini Motif Penculikan WNA Ukraina
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna yang hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, panen perdana ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan dari sektor perikanan di Buleleng.
Dikatakan, selama ini Buleleng hanya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil benih bandeng (nener).
Namun melalui dukungan teknologi budidaya dan sinergi lintas pemerintah, para pembudidaya mampu meningkatkan produksi hingga tahap pembesaran dan panen bandeng siap konsumsi. “Tentu ini menjadi kemajuan bagi pelaku usaha budidaya perikanan,” ucapnya.
Politisi asal Desa/Kecamatan Tejakula ini menambahkan, panen bandeng di laut Sumberkima menjadi bukti potensi kelautan Buleleng sangat besar dan harus dikelola secara optimal dari hulu hingga hilir. Ia berharap keberhasilan budidaya ini berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.
“Kita harapkan para nelayan, khususnya pembudidaya nener yang kini berkembang ke budidaya bandeng, pendapatannya semakin membaik,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyebut panen perdana ini merupakan sejarah baru bagi budidaya laut di Bali, khususnya di Buleleng.
“Hari ini (kemarin) merupakan sejarah baru tentang panen bandeng di keramba jaring apung di laut. Setelah saya lihat, ini salah satu yang berhasil panen dengan sistem seperti ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan ini selaras dengan program penguatan hilirisasi perikanan, di mana rantai produksi dari hulu hingga hilir telah berjalan di Buleleng.
Mulai dari penyediaan induk, telur, pendederan, hingga pembesaran bandeng seluruhnya tersedia di daerah ini. “Hulu dan hilir sudah berjalan di Provinsi Bali, khususnya di Buleleng. Ini menjadi kekuatan kita dalam memperkuat sektor perikanan,” ucap Sunada. (mer)
| WADUH, Biaya Produksi Otomotif Naik, Terdampak Nilai Tukar Rupiah |
|
|---|
| Siasat Amankan Rantai Distribusi Nasional di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global |
|
|---|
| Dirut Utama BSI Beri Bibit Pohon Anthurium Kepada Nasabah di Bali, Ini Pesan yang Disampaikannya! |
|
|---|
| KHAWATIR Pelanggan Kabur, Pedagang Pilih Untung Tipis Usai Harga Plastik Naik! |
|
|---|
| PLN EPI Hadapi Bangun Ekosistem Biomassa agar Lebih Banyak Masuk ke Pembangkit Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Buleleng-Gede-Supriatna-menunjukkan-bandeng-premium-saat-panen-perdana.jpg)