Wawancara Tokoh
Bincang dengan Ibunda Windy Cantika Aisah, Berharap Anaknya Jadi Pegawai Negeri Sipil
SITI Aisah, ibunda Windy Cantika Aisah, mengaku tak pernah melarang putri bungsunya berpacaran jika suatu saat bertemu dengan pujaan hati
Bagaimana kebiasaan Cantika sehari-hari yang khas?
Dia biasanya di rumah saja, seperti teman-temannya saja, orang biasa, di rumah.
Cuma dia kalau lagi di rumah senang kumpul-kumpul dengan teman-temannya, masak-masak di rumah.
Dia paling senang gitu, jarang keluar dia.
Apa kebiasaan Cantika apabila mau ikut pertandingan? Apakah menghubungi ibu?
Kalau kontak saya selalu dia.
Sehari itu tiga atau empat kali dia selalu kontak.
'Ma, aku mau latihan, doain biar latihannya lancar', 'Ma, aku sudah selesai latihan', paling kotnak-kontakan gitu saja.
Cantika termasuk atlet muda, berprestasi, berhasil meraih medali. Pernah nggak ibu memberi wejangan seperti 'kamu jangan pacaran dulu ya nak, nanti nggak fokus sebagai atlet', pernah nggak ibu seperti itu?
Nggak, saya nggak pernah melarang. Karena dia kan sudah besar gitu. Jadi dia sudah bisa memilih sendiri.
Silakan kalau mau pacaran, tapi jangan mengganggu kamu latihan, yang bisa mendukung kamu olahraga kamu seperti apa, itulah yang mengerti posisi kamu.
Harapan ibu untuk Cantika ke depan akan menjadi apa?
Ya, kalau saya nggak muluk-muluk.
Dapat pekerjaan yang bagus untuk dia, untuk masa depannya.
Ya kalau bisa masuk PNS lah, biar untuk masa depannya.
Kalau bonus kan ada habisnya, kalau kerja sampai dia tua kan bisa juga.
Tapi sampai sekarang belum ada pihak yang menawarkan Cantika jadi PNS?
Dengar-dengar sih sudah. Tapi belum tahu juga.
Apakah Cantika juga menyukai atau menekuni olahraga lain?
Oh tidak ada.
Bagaimana pendidikan formal Cantika? Kan sebagai seorang atlet, tetap perlu juga diperhatikan pendidikan formalnya.
Alhamdulilah lancar.
Sekarang dia sudah kuliah di Universitas Tridharma, semester dua.
Ambil jurusan manajemen.
Apakah ibu berharap Cantika hanya menyelesaikan di tingkatan Strata-1 (S1), atau berlanjut ke S2, bahkan S3?
Itu masih jauh itu, jawaban ada di Cantika.
Yang penting selesai dulu S1-nya, dia dapat pekerjaan bagus.
Jadi seperti yang ibu harapkan tadi ya, agar Cantika mendapat kesempatan menjadi PNS?
Iya betul.
Jika berkaca pada pengalaman ibu sebagai mantan atlet angkat besi, kira-kira kapan tepatnya Cantika untuk pensiun?
Biasanya kalau atlet angkat besi itu usia 30 tahun kalau kita masih bisa dan mampu itu kita masih bisa ikut event-event, ya nasional, ya internasional.
Kalau umumnya laki-laki itu (pensiunnya) usia 40 tahun, kalau perempuan usia 35 tahun.
Setelah meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, ke depan harapan apa yang ingin Cantika mau capai?
Dia biasanya orangnya enjoy sih.
Yang penting dia jalani aja, doa.
Mengalir saja seperti air.
Rezeki kan yang di atas yang mengatur, kita berdoa saja.
Apapun hasilnya dinikmati dan disyukuri saja.
Pernah atau tidak Cantika cerita, misalnya di Olimpiade 2024 mendatang ingin meraih medali emas?
Tidak, tidak pernah cerita dia. Jarang dia kalau masalah target-target.
Kita berdoa saja yang terbaik buat saya, katanya gitu.
Doa ibu untuk Cantika?
Ya kalau semua orang tua samalah doanya.
Mendoakan supaya anaknya sukses, berhasil, lancar semua urusannya, dikasih sehat, dikasih rezekinya.
Ya begitulah saya berdoa. (tribun network/vincentius jyestha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/windy-aisah-12.jpg)