PPKM Berjilid-jilid, Pedagang Menjerit, Kibarkan Bendera Putih, Pelan-pelan Kami Mati
PPKM Berjilid-jilid, Pedagang Menjerit, Kibarkan Bendera Putih, Pelan-pelan Kami Mati
Apalagi penerapan PPKM levek 4 tidak cuma di Kota Pekanbaru.
"Kita di Kota Pekanbaru sedang berada di puncak penyebaran," ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut tidak menampik ada ribuan pedagang yang berjualan di STC. Mereka berjualan di dalam areal STC dan ruko di sekitar kawasan pusat perbelanjaan itu.
Ingot menyebut bahwa bahwa kebanyakan yang dijual di sana merupakan produk fashion.
Ia menyebut bahwa pemerintah kota mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.
"Kebijakan dari pemerintah pusat ini jelas, kondisi tidak mengenakkan semua pihak termasuk pemerintah kota terutama terhadap kontribusi sektor perdagangan," ujarnya.
Adanya kebijakan menutup pusat perbelanjaan tentu sangat berat hingga saat ini belum ada kelonggaran.
Namun perdagangan esensial seperti makanan dan bahan pokok masih bisa buka selama PPKM level 4.
"Tapi yang terkena dampak sektor non esensial, ini butuh pemakluman kita bersama dan jadi pilihan berat untuk pemerintah kota. Kita tidak bisa ambil kebijakan sendiri dalam PPKM ini," ulasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Pedagang Kibarkan Bendera Putih, 'Pelan-pelan Kami Mati', Protes PPKM Pekanbaru Diperpanjang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pedagang-protes-ppkm.jpg)