Berita Tabanan
3 Kecamatan Masuk Zona Rawan Bencana, Banjir Berpotensi Terjadi di Seluruh Tabanan
Berdasarkan hasil pemetaan, tiga kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Baturiti, Kecamatan Penebel, dan Kecamatan Pupuan.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Tiga kecamatan di Tabanan masuk zona rawan bencana.
Ini terungkap dari kajian yang dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan terkait pemetaan wilayah berisiko bencana.
Berdasarkan hasil pemetaan, tiga kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Baturiti, Kecamatan Penebel, dan Kecamatan Pupuan.
Daerah-daerah di tiga kecamatan ini rawan tanah longsor saat musim hujan.
Baca juga: Dihantam Ombak, Satu Nelayan Hilang di Jembrana, Gelombang Tinggi di Beberapa Lokasi Pantai di Bali
“Sejauh ini koordinasi kami lintas kecamatan sangat baik. Ini bertujuan untuk bisa memberikan pelayanan atau penanganan lebih cepat ketika terjadi bencana alam di Tabanan,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Tabanan, I Ketut Supadma, Kamis 12 Agustus 2021.
Ia mengayakan, ada sembilan potensi bencana yang bisa terjadi di Kabupaten Tabanan.
Mulai banjir, banjir bandang, tsunami, gempa bumi, gelombang ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan longsor.
Bencana banjir terpetakan merata di seluruh kecamatan.
Dari potensi-potensi bencana tersebut, ia mengaku timnya sudah melakukan pemetaan yang dijadikan pedoman BPBD Tabanan.
Supadma mengatakan hasil pemetaan tersebut adalah kajian dari BNPB.
“Tahun ini belum bisa memfasilitasi lantaran perlu kajian, daerah mana saja yang dipetakan rawan bencana, sambil menunggu kita masih menggunakan hasil kajian yang dulu,,” jelasnya.
Untuk mencegah adanya korban jiwa dan materi, warga telah diberikan informasi serta imbauan untuk menghindari dari kemungkinan bencana alam.
Supadma menyebutkan, seluruh Camat di Tabanan, Bali, telah diberikan informasi untuk selanjutnya diturunkan ke desa.
Pihak desa nantinya melanjutkan informasi mengenai wilayah dan bencana yang harus diwaspadai.
Sejauh ini yang paling sering terjadi adalah peristiwa tanah longsor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-peristiwa-bencana-alam-yang-terjadi-di-kecamatan-baturiti.jpg)