Breaking News:

Berita Klungkung

Maksimal Kremasi 8 Jenazah Sehari, PHDI dan MDA Ingatkan Pengelola Krematorium di Klungkung

Aktivitas kremasi di Krematorium Punduk Dawan di Desa Pesinggahan, Klungkung, Bali, dibatasi

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Eka Mita Suputra
Suasana di Krematorium Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Klungkung, Kamis 12 Agustus 2021 - Maksimal Kremasi 8 Jenazah Sehari, PHDI dan MDA Ingatkan Pengelola Krematorium di Klungkung 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Aktivitas kremasi di Krematorium Punduk Dawan di Desa Pesinggahan, Klungkung, Bali, dibatasi untuk mencegah kerumunan dan penularan Covid-19.

Krematorium saat ini hanya melayani pembakaran delapan jenazah sehari dan warga yang diperbolehkan hadir hanya 10 orang.

Pengelola Krematorium Punduk Dawa, di Desa Pesinggahan, Klungkung, I Ketut Gede Yuda Antara menjelaskan, saat ini krematorium yang ia kelola tetap beraktivitas.

Kata dia, pihaknya telah rapat dengan PHDI serta Satgas Covid-19 Klungkung.

Baca juga: Kamar Jenazah RSU Bangli Penuh, Sementara Waktu Tak Terima Penitipan Jenazah

Dalam rapat tersebut dihasilkan keputusan, Krematorium Punduk diminta membatasi jumlah peserta yang hadir.

Selain itu, setiap proses kremasi dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Pada intinya krematorium tetap berjalan, bahkan kami membantu juga untuk kremasi jenazah Covid-19. Tapi memang ada pembatasan. Sebelumnya kami bisa kremasi lebih dari delapan jenazah, sekarang walaupun permintaan banyak kami maksimalnya hanya layani pembakaran delapan jenazah selama sehari," ungkap Ketut Gede Yuda, Kamis 12 Agustus 2021.

Ia mengatakan, setiap warga yang hadir dalam prosesi kremasi akan diberikan name tag.

Maka warga yang tidak memiliki name tag tersebut, tidak diperkenakan untuk masuk.

"Bagi warga yang tidak menggenakan name tag, tidak boleh hadir di lokasi sekitar krematorium," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved