Berita Bali

Australia Kirim Bantuan Ventilator, Bea Cukai Ngurah Rai Bali Berikan Percepatan Pengeluaran Barang

Bantuan diserahterimakan oleh Konsulat Jenderal Australia, Anthea Griffin di area kargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kepada Wakil Gubernur

istimewa kiriman Humas Kantor Bea Cukai Ngurah Rai
Konsulat Jenderal Australia, Anthea Griffin berbincang dengan Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Kusuma Santi, Rabu 18 Agustus 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Sehari setelah peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, hari ini Indonesia menerima bantuan medis untuk penanganan COVID-19 dari Pemerintah Australia berupa ventilator senilai AUD 261.250.

Bantuan diserahterimakan oleh Konsulat Jenderal Australia, Anthea Griffin di area kargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kepada Wakil Gubernur Bali Cok Ace didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya.

Dan dapat langsung dimanfaatkan untuk penanganan COVID-19 dengan percepatan pengurusan pengeluaran barang melalui pelayanan segera (rush handling) yang diberikan oleh Bea Cukai Ngurah Rai.

Bantuan dikirim menggunakan pesawat Qantas Airways dalam bentuk 11 koli yang berisi 2.400 buah Ventilator Tubs – Humidiair Standard Tub, 1.440 buah Mask – FFM-SML-ROW, dan 1.460 buah Mask – FFM-LGE-ROW.

Baca juga: Bantu Bali, Pemerintah Australia Hibahkan Ventilator ke Pemprov Bali untuk Hadapi Pandemi Covid-19

Tanggap akan urgensi pemanfaatan bantuan hibah medis untuk penanganan COVID-19, Bea Cukai Ngurah Rai sigap berikan pengeluaran barang impor untuk dipakai dengan pelayanan segera (rush handing), sehingga ventilator yang diterima dapat langsung dikeluarkan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk digunakan.

“Ini merupakan salah satu bentuk langkah tanggap kami untuk membantu penanganan COVID-19, yaitu dengan memberikan pelayanan segera/rush handling atas barang bantuan hibah medis sesuai ketentuan," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Kusuma Santi, Rabu 18 Agustus 2021 dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, mengingat bantuan medis ini untuk penanganan COVID-19, kami juga berikan fasilitas fiskal berupa pembebasan Bea Masuk dan/atau Cukai, tidak dipungut PPN dan PPh Pasal 22 Impor sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2020.

Pengeluaran barang impor untuk dipakai dengan pelayanan segera atau yang sering disebut dengan rush handling adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya perlu dikeluarkan segera dari bandara/pelabuhan.

Beberapa barang yang dapat diberikan pelayanan segera antara lain jenazah, abu jenazah, organ tubuh manusia, tumbuhan dan binatang hidup, sampai vaksin/obat-obatan.

“Jadi untuk barang-barang yang dapat diberikan rush handling, kami mengubah pola penyelesaian kewajiban kepabeanan dengan prioritas utama yaitu barang dapat keluar terlebih dahulu, sehingga dapat dimanfaatkan dengan segera," tambah Kusuma Santi.

Seperti atas impor terhadap vaksin COVID-19 contohnya, vaksinnya dapat dikeluarkan dan didistribusikan segera, kemudian pemenuhan ketentuan kepabeanannya dilakukan setelahnya.

Harapan kami dengan rush handling ini, proses kepabeanan dapat ikut memberikan dukungan, utamanya atas upaya penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved