Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Afghanistan

India Evakuasi 170 Warganya Termasuk Duta Besar dari Afghanistan

Demikian disampaikan pejabat Pemerintah India ketika para diplomat dan warga sipil bergegas keluar dari negara tersebut setelah Taliban merebut Kabul.

Editor: DionDBPutra
AFP/WAKL KOHSAR
Sejumlah warga Afghanistan naik ke pesawat dan duduk di dekat pintu saat mereka menunggu di bandara Kabul, ibukota Afghanistan, pada 16 Agustus 2021. Mereka berebut ingin keluar setelah secara mengejutkan pasukan Taliban lebih cepat menguasai negara itu mengalahkan pasukan pemerintah Afghan yang didukung oleh AS dan para sekutunya. 

TRIBUN-BALI.COM, AHMEDADAB - Pesawat Angkatan Udara India mengevakuasi lebih dari 170 warganya dari Kabul pada Selasa, termasuk Duta Besar India untuk Afghanistan.

Demikian disampaikan pejabat Pemerintah India ketika para diplomat dan warga sipil bergegas keluar dari negara tersebut setelah Taliban merebut ibu kota itu.

Pesawat mendarat di kota di wilayah Barat India, Jamnagar, untuk mengisi bahan bakar menuju Delhi, kata seorang kolektor asal Jamnagar Sourabh Pardhi kepada Reuters.

Berbicara kepada awak media, Duta Besar Rudrendra Tandon mengatakan sedikitnya 200 personel misi India di Afghanistan telah dievakuasi dalam tiga hari, bersama dengan warga India yang bekerja di negara tersebut.

Baca juga: SEJARAH Taliban yang Kini Kuasai Afghanistan, Kenapa Tak Bantu Palestina dan Tak Menyerang Israel?

Baca juga: Informasi Intelijen: China Pasok Uang dan Senjata bagi Taliban, Disebut Ini Keuntungan China

“Anda tidak bisa membayangkan betapa menyenangkannya bisa kembali ke rumah,” kata Tandon.

“Kami pulang ke rumah dengan selamat, aman, dan tanpa kecelakaan atau musibah yang menimpa warga kami,” ia menambahkan.

Tandon menggambarkan situasi di Afghanistan sebagai “cairan”.

Dia menuturkan sebagian kecil warga India tetap di negara tersebut dan tengah diupayakan untuk dibawa kembali oleh pihak berwenang.

Ribuan penduduk merasa putus asa untuk melarikan diri dari Afghanistan dengan memadati Bandara Kabul pada Senin 16 Agustus 2021 setelah tentara Taliban menyerbu ibu kota tanpa perlawanan, mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan evakuasi.

India, yang berinvestasi miliaran dolar di proyek pengembangan sepanjang Afghanistan, mendirikan empat konsulat di negara itu di samping kedutaan besar di Kabul.

Konsulat yang terakhir beroperasi di Mazar-i-Sharif telah ditutup seminggu lalu, beberapa hari sebelum gerilyawan Tabliban mengambil kendali kota di wilayah Utara di mana tentara Afghanistan dengan mudahnya menyerah.

Sementara itu, lebih dari 600 warga Afghanistan, termasuk anak-anak, duduk sambil berdesakan di lantai pesawat militer AS yang meninggalkan Kabul setelah ibu kota itu diambil alih oleh pemberontak Taliban.

Sebuah foto yang memperlihatkan warga sipil Afghanistan --beberapa membawa koper, lainnya memegang botol susu bayi-- di dalam pesawat kargo C-17 menjadi viral di media sosial.

Seorang pejabat AS mengatakan sekitar 640 orang bersusah payah menaiki pesawat itu pada Minggu 15 Agustus 2021, ketika ribuan orang yang putus asa ingin meninggalkan Afghanistan mendatangi bandara Kabul.

"Jumlah penumpang yang biasanya tak setinggi itu adalah dampak dari situasi keamanan dan perlu segera diputuskan oleh kru yang memastikan mereka dikeluarkan dengan cepat dari negara itu," kata pejabat tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved