Afganistan

Gubernur Bank Sentral Afghanistan Kabur dengan Pesawat Militer: Tak Ada Lagi Pengiriman Dolar

Gubernur Bank Sentral Afghanistan Kabur dengan Pesawat Militer: Tak Ada Lagi Pengiriman Dolar

Nicola Careem Twitter dan Jawad Sukhanyar Twitter
Banyak maskapai penerbangan di dunia menghindari wilayah udara Afghanistan setelah Taliban ambil alih negara. 

TRIBUN-BALI.COM, KABUL - Kondisi stabilitas keamanan di Afganistan menjadi acuan turunnya mata uang Afganistan (Afghani).

Selain itu, penurunan mata uang Afghani hingga rekor terendah itu juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan gejolak politik.

Afghani turun 1,7% pada Selasa (17/8/2021) menjadi 83,5013 per dolar, dikutip dari Al Jazeera.

Bahkan diberitakan juga Pejabat gubernur bank sentral Afghanistan dilaporkan telah melarikan diri dari negara tersebut.

Baca juga: Pasrah Dihabisi Taliban, Wali Kota Pertama Perempuan Afganistan: Saya Duduk di Sini Menunggu Mereka

Gubernur Bank Sentral Afghanistan Ajmal Ahmady kini telah melarikan diri menggunakan pesawat militer.

Sebelumnya dirinya menuliskan di twitternya, bahwa bank sentral diberitahu tidak akan ada lagi pengiriman dolar pada hari Jumat (13/8/2021).

Adanya pembatasan kemampuan untuk memasok mata uang, hal ini menyebabkan lebih banyak kepanikan, tulis Ajmal Ahmady.

Diketahui Ahmady naik pesawat militer di bandara, saat itu juga ribuan orang berusaha untuk pergi karena kemajuan teritorial Taliban yang cepat menyebabkan runtuhnya pemerintah.

"Tidak ada rencana evakuasi, dan kepergian Presiden Ashraf Ghani tanpa menciptakan pemerintahan transisi berkontribusi pada kekacauan," tulis Ahmady.

Baca juga: Kasus Afganistan Cerminan Uang Tak Mampu Beli Kemauan, Uang 83 Miliar Dolar Seolah Tak Berguna

"Itu tidak harus berakhir seperti ini. Saya muak dengan kurangnya perencanaan apa pun oleh kepemimpinan Afghanistan."

Diberitakan sebelumnya Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari Afghanistan pada Minggu (15/8/2021) ketika gerilyawan Taliban memasuki Kabul, hampir tanpa perlawanan.

Kepanikan di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan terekam jelas, ketika warga beramai-ramai memadati lokasi tersebut dan bermaksud untuk melarikan diri.

Hal ini terjadi beberapa jam setelah Taliban merebut ibu kota.

Tepatnya pada Senin (16/8/2021), sebuah video menunjukkan sebuah pesawat militer AS berusaha lepas landas, namun banyak warga berada di sekitaran pesawat.

Mereka berlarian di samping dan bahkan berpegangan pada bagian luar pesawat saat kecepatan pesawat bertambah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved