Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Afghanistan

Taliban Lepas Tembakan Saat Warga Pasang Bendera Afghanistan, Tiga Orang Tewas

Para anggota Taliban mengeluarkan tembakan ketika warga berusaha memasang bendera Afghanistan di sebuah lapangan.

Editor: DionDBPutra
AFP
Pejuang Taliban duduk di atas kendaraan di sebuah jalan di Provinsi Laghman pada 15 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, KABUL -  Sedikitnya tiga orang tewas dalam aksi protes anti Taliban di Kota Jalalabad, Afghanistan pada Rabu 18 Agustus 2021.

Dua saksi dan seorang mantan polisi mengatakan para anggota Taliban mengeluarkan tembakan ketika warga berusaha memasang bendera Afghanistan di sebuah lapangan.

Akibatnya, tiga orang tewas dan belasan orang terluka.

Juru bicara Taliban belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Peristiwa itu terjadi setelah Taliban mengambil alih kekuasaan dan negara-negara Barat bergegas mengevakuasi warga mereka dari bandara Kabul yang kacau.

Baca juga: KISAH Mullah Abdul Ghani Baradar, Peimimpin Taliban yang Usir Soviet hingga Negosiator Ulung

Baca juga: Diburu Taliban, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Berlindung di Uni Emirat Arab

Ribuan orang berusaha meninggalkan negara itu karena takut dengan kembalinya hukum dan aturan keras seperti yang pernah diberlakukan Taliban saat kelompok itu dulu berkuasa.

Pemerintah baru yang akan menggantikan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani, yang mengasingkan diri ke Uni Emirat Arab, kemungkinan n berbentuk dewan penguasa yang diketuai pemimpin tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada.

Demikian menurut pernyataan anggota senior kelompok itu.

Namun, Afghanistan tak akan menjadi negara demokrasi. "Hukum syariah dan hanya itu," kata Waheedullah Hashimi, komandan senior Taliban, tentang aturan yang akan diterapkan.

Hashimi mengatakan peran kaum perempuan, termasuk hak mereka untuk bekerja dan belajar, dan bagaimana mereka seharusnya berpakaian, akan diputuskan oleh sebuah dewan pakar.

Warga Afghanistan duduk  menunggu untuk meninggalkan bandara Kabul  pada 16 Agustus 2021  setelah Taliban sepenuhnya menguasai wilayah tersebut.
Warga Afghanistan duduk menunggu untuk meninggalkan bandara Kabul pada 16 Agustus 2021 setelah Taliban sepenuhnya menguasai wilayah tersebut. (AFP/WAKIL KOHSAR)

"Mereka akan memutuskan apakah perempuan sebaiknya memakai hijab, burkak, atau hanya kerudung plus abaya atau lainnya, atau tidak. Itu terserah mereka (dewan)," kata dia.

Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban pada tahun 1996-2001, perempuan dilarang bekerja dan diharuskan mengenakan burkak ketika keluar rumah, sementara anak-anak perempuan tidak dibolehkan pergi ke sekolah.

KTT luar biasa G20

Perdana Menteri Italia Mario Draghi sedang berupaya untuk menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa Kelompok 20 negara ekonomi utama (G20) pada akhir pekan untuk membahas situasi di Afghanistan.

KTT luar biasa itu akan membahas kondisi Afghanistan setelah pengambilalihan kekuasaan oleh kelompok Taliban, menurut berita surat kabar La Repubblica dan Il Messaggero pada Kamis 19 Agustus 2021.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved