Breaking News:

Berita Buleleng

Kasus Pemukulan Dandim Dimediasi di Polres Buleleng Belum Temui Titik Terang,Ini Langkah Selanjutnya

Mediasi dilaksanakan di ruang Command Center Polres Buleleng, diikuti oleh Dandim Buleleng Muhammad Windra Lisrianto, serta lima orang perwakilan

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Lima perwakilan warga Desa Sidatapa saat mengikuti mediasi di Mapolres Buleleng, Selasa (24/8/2021) sore. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Menindaklanjuti laporan dari Dandim 1609/Buleleng terkait dugaan pemukulan yang dialaminya saat pelaksanaan rapid antigen acak di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, pihak Polres Buleleng langsung melakukan mediasi, Selasa (24/8/2021) sekitar pukul 14.30 Wita.

Mediasi dilaksanakan di ruang Command Center Polres Buleleng, diikuti oleh Dandim Buleleng Muhammad Windra Lisrianto, serta lima orang perwakilan warga Desa Sidatapa.

Dari pantauan di lokasi, mediasi juga dihadiri Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, Asisten I Setda Kabupaten Buleleng Ida Bagus Suadnyana, serta Kasrem 163/Wirasatya Kolonel Inf Ida Bagus Ketut Surya Widana.

Sementara lima orang perwakilan warga Desa Sidatapa diantaranya Wayan Arta yang merupakan anggota DPRD Bali, Putu Arta yang merupakan anggota DPRD Buleleng, Perbekel Desa Sidatapa, Kelian Adat Desa Sidatapa, serta Ketua BPD Desa Sidatapa.

Baca juga: Dandim Buleleng Dipukul Saat Gelar Rapid Antigen Acak di Sidatapa, Melapor ke Polres Buleleng

Mediasi berlangsung tertutup dari awak media, dengan dipimpin oleh Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto.

Dari mediasi yang dilaksanakan hingga pukul 15.30 wita tersebut, Dandim Windra mengatakan, hasilnya masih belum menemui titik terang.

Sebab, mediasi dipandang perlu juga dilakukan bersama warga yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Atas keputusan itu, usai menjalani mediasi di Mapolres Buleleng, Dandim Windra bersama Kapolres, Ketua DPRD, Asisten I Setda Buleleng dan Kasrem 163/Wirasatya menuju ke Desa Sidatapa untuk menjalani mediasi dengan warga yang juga mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Jika dalam mediasi tersebut, mendapatkan kesepakatan untuk berdamai, maka Windra mengaku siap untuk mencabut laporannya di Polres Buleleng.

"Kalau tidak ada titik temu, ya kasusnya lanjut," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved