Breaking News:

Berita Badung

Pemkab Badung Berencana Gunakan Anggaran BTT untuk Bantuan Pakan Hewan yang Ada di Objek Wisata

pemerintah kabupaten Badung masih mencari regulasi untuk pemberian bantuan untuk hewan-hewan yang ada di beberapa objek wisata

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Situasi objek wisata Sangeh di tengah pandemi covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Beberapa pengelola objek wisata di Badung menjerit akan biaya yang harus dikeluarkan untuk memberikan pakan hewan yang ada di objek wisata tersebut.

Seperti halnya objek wisata Sangeh yang terletak di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal Badung harus rutin mengeluarkan anggaran untuk biaya pakan monyet yang menjadi daya tarik wisata.

Menyikapi kondisi itu, pemerintah kabupaten Badung masih mencari regulasi untuk pemberian bantuan untuk hewan-hewan yang ada di beberapa objek wisata.

Bahkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) yang kini dirancang ratusan miliar pada APBD perubahan rencananya juga akan digunakan untuk membantu tempat pariwisata khususnya yang menyuguhkan hewan sebagai taya tarik wisata.

Baca juga: Badung Kembali Anggarkan Dana Penanganan Covid-19 Rp 311 Miliar pada APBD Perubahan 2021

Untuk di Badung sendiri ada dua objek wisata yang terdapat kera, yakni di Uluwatu di Kuta Selatan dan Objek wisata Sangeh.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat ditemui usai Sidang Paripurna Rabu 25 Agustus 2021 mengakui hal tersebut. Bahkan pihaknya mengaku masih melihat regulasi.

"Jadi begini, itu akan mengarah ke bantuan tidak terduga. Kami sudah rumuskan dan akan me-launching program kegiatan yang kita buat melalui empat OPD yang dimotori Dinas Perindustrian," katanya.

Menurutnya pemkab Badung sudah mencarikan sebuah regulasi, bagaimana caranya agar pariwisata Badung bisa bertahan.

Ia pun mencontohkan di Kabupaten Badung ada Hutan yakni hutan lindung, hutan belantara dan hutan mangrove.

"Kalau berbicara masalah hutan lindung itu adanya binatang misalkan monyet yang ada di sangeh, begitu juga di uluwatu. Sehingga kita sudah pikirkan masalah ini, bagaimana caranya mencari upaya atau sebuah cara agar kita bisa memberikan bantuan untuk pengadaan pakan tersebut," ucapnya sembari mengatakan kami harus melakukan antisipasi, dan ini sudah kita lakukan dari awal untuk mencari tumahnya agar kita bisa memberikan bantuan. Jangan sampai maksud baik kita itu menjadi masalah di kemudian hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved