Berita Tabanan
Sengap Celekontong Mas Buka Warung Kopi Korona di Tabanan, Bukan Bisnis, tapi Tempat Ngobrol
Sengap membuka usaha warung kopi dengan nama disesuaikan dengan kondisi terkini di Tabanan
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pelawak terkenal asal Tabanan, I Nyoman Ardika atau yang lebih akrab dengan nama Sengap membuka usaha warung kopi dengan nama disesuaikan dengan kondisi terkini.
Warung kopi bernama Warung "Korona" yakni Kopi Jro Sengap ini dibuka di areal parkir salah satu sekolah tinggi kesehatan di Tabanan, Bali.
Ternyata tujuannya membuka usaha tempat nongkrong ini tak hanya bisnis semata, namun lebih ke menyediakan tempat untuk bertukar pikiran, menyampaikan unek-unek dan lain sebagainya sembari ngopi.
Nyoman Ardika mengatakan, tujuannya membuka warung kopi Korona ini tidak untuk bisnis semata.
Baca juga: Punya Militan 1.600 Orang, JI Sebar Ribuan Kotak Amal di Warung dari Bojonegoro Hingga Parung
Melainkan yang lebih ditekankan adalah memberi ruang bagi masyarakat untuk bisa bercerita satu sama lain, sharing dan lain sebagainya, apalagi menjalani penatnya hidup di tengah PPKM.
Kemudian warung ini merupakan salah satu langkah kreatif dan inovatif di tengah pandemi Covid.
Sengap yang merupakan salah satu personel grup lawak Bali Celekontong Mas ini menuturkan sedikit kisahnya saat dijumpai, Rabu 25 Agustus 2021.
Dia mengatakan, rintisan usaha warung kopi Korona ini bermula seusai dirinya terpapar Covid-19 tahun lalu.
Selain itu, sebelum pandemi istrinya juga fokus menjual kopi Bali kemasan.
Penjualan kopi itu kemudian dikembangkaan dengan membuka usaha warung kopi memanfaatkan lahan parkirnya di wilayah Denpasar.
Dia mengatakan, cukup lama menentukan nama warungnya, hingga akhirnya bernama Warung Korona.
Nama tersebut disesuaikan dengan identitas dirinya dalam artian Korona merupakan kepanjangan dari "Kopi Jro Sengap".
Nama itu juga memiliki arti bahwa dirinya merupakan seniman yang memaksa untuk berjualan kopi.
"Sebenarnya saya itu dulu lebih banyak endorse, tapi sekarang buka warung kopi yang memaksa jadi jualan kopi. Jujur saya lebih baik diminta pentas 10 kali sehari, daripada hanya sekedar duduk. Dan ini bukan bisnis, melainkan hanya sarana media hiburan tempat diskusi dengan pola santai, tetapi kalau nantinya bisa jadi lahan bisnis, ya astungkara," tuturnya.
Seniman asal Desa Tangungtiti, Kecamatan Selemadeg Timur ini melanjutkan, sejatinya warung Korona di Tabanan adalah yang kedua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seniman-tabanan-i-nyoman-ardika-alias-sengap-saat-ditemui-di-usaha-warung-kopi-korona-miliknya.jpg)