Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Internasional

2 Orang Meninggal Setelah Mendapat Suntikan Vaksin Moderna Dosis Kedua di Jepang

Kedua pria berusia 30-an tahun itu meninggal pada bulan Agustus ini dalam beberapa hari setelah menerima dosis kedua mereka, kata kementerian itu

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
REUTERS/Brian Snyder
Tulisan Moderna di markas Moderna Therapeutics, yang mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona (COVID-19), di Cambridge, Massachusetts, AS, 18 Mei 2020. 

TRIBUN-BALI.COM - Dua orang di Jepang meninggal dunia setelah menerima suntikan vaksin COVID-19 Moderna Inc, yang merupakan bagian dari vaksin yang ditangguhkan setelah ditemukannya kontaminan, kata kementerian kesehatan Jepang, Sabtu 28 Agustus 2021.

Kedua pria berusia 30-an tahun itu meninggal pada bulan Agustus ini dalam beberapa hari setelah menerima dosis kedua mereka, kata kementerian itu dalam sebuah rilis.

Penyebab kematian sedang diselidiki.

Selanjutnya, Jepang menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis Moderna yang dikirim ke 863 pusat vaksinasi nasional, lebih dari seminggu setelah distributor domestik, Takeda Pharmaceutical Co, menerima laporan adanya kontaminan di beberapa botol.

Baca juga: Kaisar Jepang Buka Paralimpiade Tokyo 2020, Menpora Optimistis Indonesia Raih Hasil Maksimal

“Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa kematian ini disebabkan oleh vaksin Moderna COVID-19,” kata Moderna dan Takeda dalam sebuah pernyataan, Sabtu.

"Penting untuk melakukan penyelidikan formal untuk menentukan apakah ada hubungan," lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah juga mengatakan tidak ada masalah keamanan atau kemanjuran yang telah diidentifikasi, dan penangguhan tiga batch Moderna adalah tindakan pencegahan.

Fumie Sakamoto, manajer pengendalian infeksi di Rumah Sakit Internasional St. Luke di Tokyo, memperingatkan agar tidak menarik hubungan antara vaksinasi dan kematian yang dilaporkan pada hari Sabtu.

"Mungkin hanya ada hubungan sementara antara vaksinasi dan kematian," kata Sakamoto kepada Reuters.

"Ada begitu banyak hal yang masih belum kami ketahui untuk membuat kesimpulan tentang dua kasus ini," tambahnya.

Kontaminan yang ditemukan di beberapa botol di Jepang diyakini sebagai partikel logam, lapor lembaga penyiaran publik NHK, mengutip sumber kementerian kesehatan.

Jepang telah memberikan lebih dari 124 juta suntikan vaksin COVID-19, dengan sekitar 44% populasi diinokulasi penuh.

Pada 8 Agustus, 991 orang telah meninggal di Jepang setelah menerima suntikan vaksin Pfizer Inc dan 11 setelah menerima vaksin Moderna, tetapi tidak ada hubungan sebab akibat antara suntikan dan kematian yang telah ditetapkan, menurut kementerian kesehatan.

Dalam kematian yang dilaporkan pada hari Sabtu, setiap orang mengalami demam sehari setelah dosis kedua dan meninggal dua hari setelah demam.

Baca juga: Uang Kripto Senilai Rp 1,4 Triliun Digondol Hacker di Jepang

Belum ada bukti bahwa suntikan mereka mengandung kontaminan, kata seorang pejabat kementerian kesehatan kepada wartawan.(*)

Artikel lainnya di Berita Internasional

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved