Berita Badung

Seorang Cewek Bandung Mengaku Diperas dan Diancam Akan Dibunuh oleh WNA di Kerobokan Badung

Seorang Cewek Bandung Mengaku Diperas dan Diancam Akan Dibunuh oleh WNA di Kerobokan Badung

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Widyartha Suryawan
tribun bali/dwisuputra
ilustrasi - Seorang Cewek Bandung Mengaku Diperas dan Diancam Akan Dibunuh oleh WNA di Kerobokan Badung 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seorang cewek asal Bandung berinisial BM (40) melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Kuta Utara, Badung, Sabtu 28 Agustus 2021.

Berdasarkan laporan yang dibuatnya, BM menyebut bahwa dirinya dianiaya oleh seorang warga negara asing (WNA) berinisial KCY yang tiada lain merupakan mantan kekasihnya.

Kasus dugaan penganiayaan itu terjadi pada Jumat 27 Agustus 2021 sekitar pukul 13.06 wita.

Sumber yang dihimpun Tribun Bali menyebutkan, ketika itu BM sempat dipanggil via telepon oleh mantan pacarnya untuk datang ke tempat tinggalnya di Kerobokan Kelod, Badung. 

"Dari laporan yang dibuat, awalnya korban memang ditelepon oleh mantannya untuk datang ke tempat tinggalnya," ujar Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Made Purwantara saat dikonfirmasi Minggu 29 Agustus 2021.

Dijelaskan, mantan pacar BM ketika itu beralasan bahwa ada hal yang ingin dibicarakan.

BM pun menuruti permintaan mantan pacarnya itu dan mendatangi tempat tinggalnya.

Sesampainya di tempat tinggal KCY, tas BM yang di dalamnya berisi kartu ATM, KTP, uang tunai Rp 2 Juta langsung diambil.

"Selain diambil tasnya pengakuan korban, juga bahwa  mantan pacarnya ini sempat meminta uang Rp 200 juta," imbuh Iptu Made Purwantara.

Bahkan, sang mantan juga dilaporkan telah mengancam akan membunuh BM di wilayah Ubud Gianyar jika tidak memberikan uang makan.

Tak berselang lama, BM diajak ke Ubud oleh mantan pacarnya itu.

Namun saat tiba di ATM di wilayah Kerobokan, Badung, mantan pacarnya itu menghentikan mobilnya untuk mengambil uang dari ATM korban.

"Setelah mengambil uang, mobil mereka mogok. Saat itu kata pelapor dirinya ada kesempatan untuk kabur. Bahkan pelapor ini diselamatkan oleh warga yang kebetulan ada di tempat tersebut," terangnya.

Setelah berhasil kabur, BM langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Kuta Utara.

Kendati telah menerima laporan, sampai saat ini kepolisian masih dalam proses penyelidikan.

"Jadi saksi masih minim soalnya cuman mereka berdua yang tau kejadian. Namun kami tetap masih melakukan penyelidikan," ungkapnya.

Ramai di Medsos

Kasus dugaan penganiayaan yang dialami BM tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satunya diunggah dalam story Instagram akun @richmondfaithful yang menulis: "WNI dianiaya oleh WNA, ditodong pisau, diambil uang Rp 20 juta, Tas, HP 2 Buah, dompet beserta dokumen penting, ditendang, dipukul dan berhasil melarikan diri".

Dalam story Instagram juga menunjukkan kondisi lebam di bagian pelipis mata korban.

"Ini luka lebam sudah mendingan, tadi malam bengkak, ditangan juga dipukul tapi tidak ada lebamnya walaupun kalau dipegang sakit sekali (karena kakak saya bukan tipe yang gampang lebam), dan ada luka sedikit bekas ujung pisau, ketika diancam. Semua ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib dan rumah sakit setempat" 

Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Made Purwantara saat dikonfirmasi Minggu 29 Agustus 2021 membenarkan adanya laporan tentang penganiayaan yang dilakukan oleh WNA.

"Iya benar kemarin dilaporkan di SPKT, dengan kasus penganiayaan," kata Iptu Made Purwantara.

"Jadi kami masih berproses terkait kasus tersebut. Masih melakukan penyelidikan, dan kita akan informasikan terus perkembangannya," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved