Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Vaksinasi

Menkes Jepang Sebut Kontaminasi Vaksin Moderna Mungkin dari Jarum Suntik

Kementerian Kesehatan Jepang lantas mengatakan jarum suntik kemungkinan salah dimasukkan ke dalam ampul sehingga merobek sumbat karet.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, TOKYO -  Menteri Kesehatan ( Menkes) Jepang Norihisa Tamura pada Selasa 31 Agustus 2021 mengatakan sangat mungkin benda asing yang ditemukan pada vaksin Covid-19 Moderna di prefektur Okinawa disebabkan ketika jarum terjebak ke dalam ampul.

Sejumlah vaksin Moderna di Okinawa dihentikan penggunaannya untuk sementara pada Minggu 29 Agustus 2021 setelah benda asing ditemukan di dalam ampul dan suntikan.

Kementerian Kesehatan Jepang lantas mengatakan jarum suntik kemungkinan salah dimasukkan ke dalam ampul sehingga merobek sumbat karet.

Baca juga: 2 Orang Meninggal Setelah Mendapat Suntikan Vaksin Moderna Dosis Kedua di Jepang

Baca juga: Selandia Baru Laporkan Kematian Pertama Penerima Vaksin Pfizer, Moderna Tercemar di Jepang

"Apapun alasannya (untuk benda asing) kami telah mendengar bahwa tidak ada masalah keamanan atau masalah lainnya," kata Tamura kepada awak media, menambahkan bahwa tidak jarang vaksin lain mengalami hal serupa.

"Kami akan terus mengumpulkan informasi dan melaporkannya kembali," ujarnya.

Jepang sedang menghadapi gelombang terbesar infeksi Covid-19 selama pandemi, yang didorong oleh varian Delta yang sangat menular.

Upaya percepatan vaksinasi terhambat oleh penundaan impor vaksin dan temuan kontaminan di sejumlah dosis Moderna yang memicu penangguhan tiga kelompok vaksin pekan lalu.

Hari Selasa 31 Agustus 2021, menteri yang menangani kampanye vaksinasi Taro Kono mengaku ingin mempercepat pengiriman vaksin ke kota-kota yang terpaksa menghentikan pemesanan akibat kelangkaan.

Pemerintah sedang mempertimbangkan kapan dan bagaimana memberikan dosis penguat yang mungkin diperlukan untuk menjaga imunitas terhadap virus.

Namun, otoritas kini sedang berfokus untuk menyelesaikan dua dosis pertama bagi masyarakat, kata Kono kepada wartawan.

Kematian akibat miokarditis

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS mengatakan tidak ada laporan kematian di kalangan orang dewasa muda di negara itu yang mengalami peradangan jantung langka yang dikenal sebagai miokarditis usai disuntik vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech.

Tingkat kemunculan miokarditis di kalangan penderita Covid-19 diketahui lebih tinggi dibandingkan dengan para penerima vaksin Pfizer/BioNTech atau vaksin Moderna.

Tak satu pun dari 384 orang yang berusia di antara 16-29 tahun yang mengalami gangguan jantung usai menerima vaksin Pfizer/BioNTech meninggal.

Demikian menurut badan kesehatan yang berbasis di Atlanta tersebut saat rapat Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved