Breaking News:

Berita Gianyar

Nakes Covid-19 di Gianyar Belum Terima Insentif, Ini Kata Bupati Gianyar

Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi perhatian pemerintah pusat terkait belum dibayarnya insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) Covid-19

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
Ni Luh Putu Wahyuni Sari/Tribun Bali
ILUSTRASI TENAGA KESEHATAN. RSUP Sanglah adakan simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu 12 Februari 2020. Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi perhatian pemerintah pusat terkait belum dibayarnya insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi perhatian pemerintah pusat.

Terkait belum dibayarnya insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang khusus menangani pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Gianyar.

Dimana selama ini dananya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2021.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Rabu 31 Agustus 2021, tidak secara gamblang menjawab mengapa insentif nakes covid-19 belum dibayarkan.

Namun ia mengatakan, kondisi keuangan daerah saat ini sangat sulit.

Baca juga: 21.424 Orang Tenaga Kesehatan Pernah Alami Pemotongan Insentif

Bahkan per Agustus 2021, Kabupaten Gianyar baru menghasilkan pendapatan sebesar Rp 200 miliar.

Berbeda dengan Agustus di tahun normal, sudah mencapai Rp 1,9 triliun. 

Bahkan saat ini banyak pembiayaan yang terpaksa dikurangi.

Untuk pegawai kontrak atau tenaga harian lepas di lingkungan Pemkab Gianyar, mereka hanya dibayar 50 persen.

Aparatur Sipil Negera (ASN) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Gianyar, sudah tidak lagi mendapatkan tambahan penghasilan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved