Breaking News:

Berita Denpasar

Harga Laptop di Denpasar Naik 40 Persen, Permintaan Banyak, Stok Barang Sedikit

Pandemi Covid-19 membuat berbagai kegiatan dilakukan secara virtual atau online, mulai dari bekerja hingga belajar

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
MEMERIKSA LAPTOP - Supervisor Asus Store Denpasar, Andi Viano memeriksa laptop yang dijual, Selasa 31 Agustus 2021. Pandemi Covid-19 membuat harga laptop kian mahal karena berbagai kegiatan kini dilakukan secara daring - Harga Laptop di Denpasar Naik 40 Persen, Permintaan Banyak, Stok Barang Sedikit 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi Covid-19 membuat berbagai kegiatan dilakukan secara virtual atau online, mulai dari bekerja hingga belajar.

Selain handphone, masyarakat juga membutuhkan laptop untuk aktivitas daring.

Tak heran hal tersebut membuat permintaan laptop tinggi dan membuat harganya melambung. Supervisor Asus Store di Kota Denpasar, Bali, Andi Viano mengatakan kenaikan harga laptop terjadi sejak tiga pekan lalu.

Kenaikan menyentuh angka 40 persen.

Baca juga: Semua Serba Daring, Harga Laptop di Denpasar Naik Tajam Hingga 40 Persen dan Stok Menipis

"Naik 30 hingga 40 persen semua merek naik harganya. Dari harga Rp 4,5 juta jadi Rp 6 juta. Kenaikan terjadi sejak tiga minggu lalu," katanya saat diwawancarai Tribun Bali, Selasa 31 Agustus 2021.

Andi mengaku tidak mengetahui penyebab naiknya harga laptop.

Kata dia yang terjadi saat ini adalah persediaan laptop kosong namun permintaan dari konsumen tinggi.

"Kurang tahu dari pusat tidak bisa ngirim atau gimana saya tidak tahu," jelasnya.

"Di sini kami jual laptop baru semua. Start harganya dari Rp 3 juta sampai Rp 70 juta. Naik terus harganya tapi barangnya tidak ada sudah kosong," sambung Ani.

Sama halnya dengan Andi, Miranda selaku karyawan di sebuah satu store laptop di Kota Denpasar mengatakan, terjadi kenaikan harga pada semua merk laptop.

Saat ini permintaan laptop cukup tinggi namun tidak diimbangi persediaan yang cukup.

"Kami belum dapat barang lagi dari pusat. Padahal sudah pesan. Mungkin masih kosong juga. Permintaan saat ini cukup tinggi tapi barang tidak ada," kata Miranda. (*).

Baca juga: 11 Hotel Tutup Permanen dan 70 Tutup Sementara di Kota Denpasar, Termasuk Hotel Berbintang

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved