Berita Badung
PHRI Badung Punya Empat Solusi, Direct Flight ke Bali hingga Market Negara Tertentu
PHRI Badung mengusulkan agar WNA yang melakukan traveler esensial bisnis dan diplomatic traveler dapat langsung ke Bali
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung mengusulkan agar WNA yang melakukan traveler esensial bisnis dan diplomatic traveler dapat langsung ke Bali.
Saat ini penerbangan langsung hanya dapat dilakukan di empat bandara yakni Jakarta, Surabaya, Medan dan Manado.
Menurut Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, Bali sudah sangat siap menerima kedatangan traveler esensial bisnis dan diplomatic traveler. Segala fasilitas pendukung juga sudah siap.
"Bali saat ini sudah sangat siap untuk itu karena kebanyakan tujuannya pada ke Bali. Sehingga karantina nya di Bali entah itu 5 hari atau 8 hari nanti diputuskan itu keinginan kita. Dan kita sudah siap, dari sisi hotel karantina sudah siap yang kedua hotel isolasi terpusat juga sudah siap," ujarnya, Selasa 31 Agustus 2021.
Baca juga: Syarat Masuk Bali Lewat Pesawat Kini Bisa Tak Pakai PCR, Ini Ketentuannya
Agung Rai mengatakan, hotel karantina dan isolasi terpusat jelas beda peruntukannya.
Kata dia, saat mereka ke Bali dan setibanya hasil PCR negatif maka akan masuk hotel karantina.
Tetapi jika dia PCR-nya positif tapi tanpa gejala mereka masuk hotel isoter.
Namun apabila hasil PCR positif tetapi memiliki gejala dia masuk rumah sakit.
"Mekanismenya itu nanti jelas dan ini mereka tercover dengan asuransi nya mereka sehingga tidak membebani pemerintah atau negara kita. Kalau dia tujuannya ke Bali tapi karantina nya di Jakarta setelah karantina disana baru dia boleh ke Bali melakukan penerbangan domestik itu tidak efisien menurut saya," papar Agung Rai.
"Maka dari itu saya usulkan untuk percepatan pemulihan dan transformasi ekonomi Bali kepada Bappenas perlu bahwa Provinsi Bali itu dapat masuk kedalam pintu masuk bagi penumpang penerbangan internasional," sambungnya.
Ia potimistis, kalau skema ini dapat terwujud dan terlaksana tentu perekonomian Bali dapat sangat terbantu di tengah keterpurukan.
"Hal ini sudah saya usulkan waktu rapat dengan Bappenas dalam percepatan, pemulihan dan transformasi ekonomi Bali dan saya usulkan empat program," jelas dia.
Empat program atau solusi usulannya adalah, pertama harus meningkatkan kunjungan wisatawan domestik. Kedua esensial bisnis traveler dan diplomatic traveler direct ke Bali.
"Dengan direct flight itu kita bisa sambil melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dalam menerima penumpang dari luar negeri," ujarnya.
Ketiga program Travel Corridor Arrangement (TCA) Bali dengan beberapa negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-penumpang-di-conveyer-bagasi-terminal-kedatangan-internasional.jpg)