Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Warga Desa Adat Sading Badung Pegang Teguh Bhisama Terkait Pembangunan Rumah Tak Gunakan Bata Merah

Bendesa Adat Sading I Ketut Sudiarsa saat ditemui Kamis 2 September 2021 mengatakan bahwa warga Sading sampai saat ini masih percaya dengan  sebuah

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bendesa Adat Sading I Ketut Sudiarsa 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA –  Warga desa adat Sading, Kecamatan Mengwi tetap memegang teguh bhisama leluhurnya untuk tidak membangun rumah dengan menggunakan bata merah.

 Bahkan dipercaya jika warga memaksa membangun rumah dengan menggunakan batu merah maka warga tersebut akan terkena malapetaka, seperti rumah kebakaran, ada warga yang gantung diri, termasuk rumah tidak nyaman ditempati.

Bendesa Adat Sading I Ketut Sudiarsa saat ditemui Kamis 2 September 2021 mengatakan bahwa warga Sading sampai saat ini masih percaya dengan  sebuah pantangan yang dipercayai oleh warga setempat.

Bahkan kepercayaan tersebut sudah ada sejak berdirinya Desa Sading yakni pada tahun 1050.

Baca juga: Pelaku UKM untuk Objek Wisata di Badung Tak Lagi Dapat Bantuan Stimulus

Semua pantangan itu, katanya erat kaitannya dengan Puri Mengwi.

Dari Puri Mengwi mengeluarkan bhisama kepada masyarakatnya, termasuk masyarakat di Sading.

Dalam bisama tersebut menyebutkan agar masyarakat tidak membangun rumah dengan bata merah.

“Titah dari Puri Ageng Mengwi, semua bangunan rumah atau kantor tidak boleh menggunakan bata merah, kecuali Pura. Sehingga semua itu masih dipercayai hingga saat ini,” ujarnya.

Menurutnya bangunan Puri Ageng Mengwi pun tidak ada menggunakan bata merah.

Pasalnya Puri Mengwi tidak mau menyamai Pura Sada di Desa Kapal yang menggunakan bata merah.

Di dalam Pura tersebut terdapat sebuah Candi yang disungsung oleh Puri Mengwi yang dari dasar sampai ujung atasnya menggunakan bata merah.

“Di Pura Sada itu merupakan puser bumi, di bawah pelinggih yang disungsung oleh Puri Mengwi katanya ada sebuah sumur.

 Jadi karena bangunan pelinggih seluruhnya menggunakan bata merah puri mengwi tidak mau menyamainya, sehingga semua yang berkaitan dengan puri Mengwi tidak menggunakan batu merah selain tempat suci atau pura,” ungkapnya,

Lebih lanjut, Sudiarsa menjelaskan, pihaknya selalu memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat dalam membangun rumah atau bangunan lainnya agar tidak menggunakan bata merah.

Baca juga: Terkait Usulan Pengusaha Pusat Perbelanjaan, Ketua DPRD Badung Akan Bersurat ke Gubernur dan Menko

Tidak hanya kepada warga adat imbauan ini diberikan kepada warga pendatang yang baru akan membangun di wilayah Desa Adat Sading.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved