Berita Denpasar
Kisah Pahit Nyoman Darma dan Istri, Rawat Empat Anak yang Lumpuh Saraf di Denpasar
Sempat berjaya karena pariwisata, masyarakat Bali ternyata tidak selalu hidup dalam kesejahteraan.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sempat berjaya karena pariwisata, masyarakat Bali ternyata tidak selalu hidup dalam kesejahteraan.
Terlebih di era kemajuan sarana dan prasarana di Kota Denpasar, masih ditemukan kisah kemiskinan yang mendera warga dengan perekonomian menengah ke bawah.
Kisah kemiskinan kali ini berasal dari keluarga Nyoman Darma (45) asal Banjar Abancanang, Selat, Karangasem yang tinggal di Jalan Nangka Utara Gang Nangka 2 Banjar Tangun Titi, Denpasar, Bali.
Begitu pahit kenyataan yang harus diterima Darma.
Baca juga: KISAH Cucu yang 7 Tahun Tak Bisa Tidur, Dua Kali Dibius Tak Mempan dan Tetap Melek
Pasalnya, empat dari enam anak kandungnya menjadi penyandang disabilitas.
"Dari usia anak-anak tiga bulan sudah terlihat, dari mata semakin membesar. Sudah saya bawa ke dokter. Ini anak yang nomor lima malah lengkap diajak ke dokter di RS Sanglah untuk terapi, tapi tidak ada perubahan. Menurut medis masalah saraf. Kata dokter, tidak ada obatnya," katanya, Kamis 2 September 2021.
Darma bekerja sebagai tenaga kebersihan berstatus kontrak di kantor Pemprov Bali dan dalam sebulan hanya mendapat gaji sekitar Rp 2,5 juta.
Istrinya, Nyoman Sarmini (40) bekerja sebagai tukang 'suun' (jasa membawakan barang belanjaan) di Pasar Badung, Denpasar.
Tentunya pendapatan tersebut masih terbilang kurang untuk menafkahi anak-anaknya.
Terlebih kondisi anak-anaknya yang mengalami kelumpuhan saraf sudah tidak bisa diobati lagi.
"Kalau sekarang saya tidak bisa ngapain. Keadaanya sudah begini. Sudah terlalu besar. Wayan (anak pertamanya) sudah tidak bisa diapain lagi. Kalau makan masih biasa. Kalau saat ini anak-anak sakit saya tidak bisa bawa ke dokter. Kalau panas, dikasih larutan air saja," ceritanya.
Bapak enam anak ini mengatakan, di keluarganya tidak ada yang memiliki keturunan lumpuh saraf.
Keempat anak Darma yang mengalami cacat saraf ini terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.
Anak pertamanya bernama Wayan Sudarma (25), anak keduanya Kadek Sudarsana (19), anak ketiganya Nyoman Marianti (19), anak keempatnya Ketut Suartama (17), anak kelima I Luh Nanda (10) dan terakhir Gede Adi Gunawan (7).
"Tidak ada keturunan (cacat saraf). Saya memiliki enam anak, yang cacat empat orang laki-laki 3 orang dan perempuan 1 orang. Anak saya perempuan yang nomor tiga itu sudah menikah dan tidak cacat. Dan anak saya yang nomor enam ini juga tidak cacat. Jadi yang normal dua orang," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nyoman-darma-bersama-empat-anaknya-penyandang-disabilitas.jpg)