Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Wiku Adisasmito: PPKM Darurat Efektif Menekan Penyebaran Covid-19

Menurut Wiku, kebijakan PPKM darurat hingga penerapan level efektif menekan penyebaran virus.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
Dok BNPB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito 

TRUBUN-BALI.COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan penanganan kasus virus corona di Indonesia.

Menurut Wiku, kebijakan PPKM darurat hingga penerapan level efektif menekan penyebaran virus.

"Meskipun penularan turun kita jangan berpuas diri karena kasus bulan Agustus 2021 masih dua kali lipat dari lonjakan pada Januari 2021," kata Wiku saat konferensi pers, Kamis 2 September 2021.

Idealnya, kasus Covid-19 harus ditekan menjadi lebih kecil dari awal tahun ini atau di bawah 331.052 kasus.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Fakultas Pertanian Universitas Udayana Bagikan 150 Paket Sembako & Bibit Tanaman

Baca juga: Sejak Pemberlakuan PPKM Jawa Bali, Penumpang Ferry di Pelabuhan Padang Bai Turun Hingga 30 Persen

Wiku menuturkan tren penurunan ini jeri payah masyarakat yang sabar menaati aturan pemerintah.

"Upaya menjalankan protokol kesehatan dan tidak melakukan perjalanan yang tidak mendesak menjadi satu di antara penyumbang penurunan kasus," urainya.

Ia menyebut kasus aktif Agustus 2021 turun drastis jika dibandingkan posisi Juli 2021.

Kasus aktif di akhir Agustus 2021 berjumlah 196.281 atau 4,8 persen sedangkan pada Juli 2021 kasus aktif lebih 500 ribu atau 16 persen.

"Angka kesembuhan juga mengalami peningkatan di mana Agustus mencapai 942.281. Sementara Juli sebesar 896.501," jelas Wiku.

Sayangnya, di luar semua indikator yang telah membaik namun angka kematian pada Agustus 2021 masih lebih tinggi dari Juli 2021.

"Angka kematian Juli sebesar 34.394 sedangkan pada Agustus 2021 meningkat menjadi 37.330," imbuhnya.

Jika dilihat di tingkat provinsi, 23 dari 34 provinsi telah menunjukkan penurunan kasus pada bulan ke delapan tahun ini.

Sementara 11 provinsi lagi mengalami peningkatan kasus di antaranya Aceh (52 persen), Sulawesi Tengah (111 persen), Gorontalo (57 persen), Kalimantan Selatan (47 persen), Sumatera Utara (44 persen), Kalimantan Utara (24 persen), dan Bali (15 persen).

Mengingat masih tingginya kasus penularan, Wiku mengingatkan masyarakat harus tetap waspada.

"Kita semua tentunya berharap pelonggaran aktivitas sosial ekonomi yang dilakukan sekarang ini bisa berjalan aman dan baik," ucap Wiku lagi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved